Federasi PEKKA

Lebih Sadar dan Mengerti Hakekat Perbedaan Laki-laki dan Perempuan

Saya sebelumnya tidak tahu apa itu PEKKA, sebelumnya mau bergabung saja sudah ragu. Setelah mengikuti pelatihan visi misi dan motivasi, saya merasakan perubahan yang bermakna, saya jadi tahu dan merasa penting punya cita-cita dan harapan bagi masa depan. Sebelumnya saya juga tidak tahu perbedaan mendasar antara perempuan dan laki-laki. Awalnya saya hanya tahu jika perempuan […]

Lebih Sadar dan Mengerti Hakekat Perbedaan Laki-laki dan Perempuan Read More »

Bangga Menjadi Jurnalis Warga Pekka

Sebelum bergabung dengan Pekka, saya sangat merasa rendah diri dengan status saya sebagai janda beranak  yang ditinggal kawin lagi oleh mantan suami. Setiap keluar rumah, masyarakat memandang seolah saya ini perempuan yang meninggalkan aib, karena ketika perempuan meninggalkan suami, pastilah karena perempuan itu sendiri yang salah. Apalagi saya meninggalkan mantan suami di Medan, yang bagi

Bangga Menjadi Jurnalis Warga Pekka Read More »

Berdayakan Pekka lewat Radio Komunitas

“Selamat sore para pendengar setia radio Pekka FM yang kami cintai dimana saja anda berada. Selamat berjumpa kembali dengan saya Riri ditemani oleh Ira disini. Salam kami sampaikan untuk ibu-ibu pekka di kecamatan Gerung, Jonggat, Lingsar, dan Labuapi. Hallo….ibu-ibu pekka, bagaimana kabarnya? Selamat sore ibu-ibu pekka yang saat ini sedang pertemuan kelompok dan transaksi simpan

Berdayakan Pekka lewat Radio Komunitas Read More »

Mengembangkan Video Komunitas di Bireun, Aceh

“Waduh mbak…seru banget pengalaman saya mengedit video ini, karena saat kita mengedit video di kampung sedang ada kasus banyak orang kesurupan….jadi kita mengedit dalam kondisi mencekam……..”. Itulah ungkapan Mala dan Maya tentang pengalaman mereka membuat video. Mala adalah Fasilitator Lapang PEKKA dan Maya kader Pekka dari Kecamatan Jeunib, Kabupaten Bireun, NAD. Mereka berdua dilatih oleh

Mengembangkan Video Komunitas di Bireun, Aceh Read More »

Mengikuti Training Fasilitator Musrenbang Inklusif

Kepercayaan diri memuncak dengan berani mendaftarkan diri menjadi anggota Pekka. Awalnya saya ragu dan malu akan kemampuan yang dimiliki, hal ini terjadi karena sebagai perempuan saya tidak ada pengalaman di desa. Namun, Pekka memfasilitasi para anggotanya dengan baik, sehingga saya dapat menambah ilmu dan mulai memberanikan diri untuk menjadi anggota Pekka. Bahkan, saya ditunjuk menjadi

Mengikuti Training Fasilitator Musrenbang Inklusif Read More »

Mengikuti Pelatihan Pengolahan Frozen Food

Sore itu Kamis, 17 Desember 2020, saya sangat disibukkan dengan kegiatan di rumah, karena kesibukan, saya sampai tidak sempat membuka HP. Waktu ada waktu saya buka HP, saya terkejut mendapat pesan melalui wa dari teman saya jika saya terpilih mengikuti pelatihan pembuatan Frozen Food. Karena masih belum begitu focus dan kurang memahami isi pesan tersebut

Mengikuti Pelatihan Pengolahan Frozen Food Read More »

Menggenggam Asa bersama Pekka

“Keluargaku benar-benar miskin. Aku harus mengubur dalam-dalam keinginanku untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap Ina Agnes Barek Suban memulai ceritanya. ”Walau lulus sebagai juara pertama namun aku tidak melanjutkan pada sekolah menengah,” lanjutnya bercerita. Hari-hari yang dilaluinya tak seindah teman-teman seusianya. Pagi hari ketika teman-temannya berangkat ke sekolah, perempuan kelahiran 26 Juli

Menggenggam Asa bersama Pekka Read More »

Gerak Bersama Menghapus Kekerasan Seksual

Pada hari Minggu tanggal 29 November 2020, saya dan Bu Santi mewakili Peserta Sekolah Paralegal Komunitas Pekka ikut menghadiri acara Puncak Gerak Bersama Mengakhiri Kekerasan Seksual dengan mengikuti rangkaian acara yang disepakati Jaringan NGO atau Ormas di Jawa Tengah yang bertempat di Gedung Monod Diephus & co di Kota Lama Semarang. Dalam Talkshow tersebut disampaikan

Gerak Bersama Menghapus Kekerasan Seksual Read More »