\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Mbak Mibna dengan mensosialisasikan PEKKA dengan KLIK-nya sekaligus\nbagaimana KLIK masuk dalam SLRT seperti yang tercantum dalam pasal 19 (ayat 6\ndan 7) di Perbup No 31 tahun 2019 tentang SLRT untuk Perlindungan Sosial dan\nPengentasan Kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Dalam kesempatan ini, Bapak Suharyono menegaskan bahwa SLRT ini bisa\nmembantu program pengentas kemiskinan di berbagai sektor sehingga kita semua\nmesti menguatkan keberlanjutan SLRT melalui pembentukan Puskesos di desa dan\nkelurahan.  <\/p>\n\n\n\n

Mbak Mibna dengan mensosialisasikan PEKKA dengan KLIK-nya sekaligus\nbagaimana KLIK masuk dalam SLRT seperti yang tercantum dalam pasal 19 (ayat 6\ndan 7) di Perbup No 31 tahun 2019 tentang SLRT untuk Perlindungan Sosial dan\nPengentasan Kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Sambutan dari Bupati diwakilkan dan acarapun dibuka oleh Bapa Suharyono\ndari BAPPEDA Kabupaten Bantul. Ibu Lestari mengatakan bahwa kami telah sepakat\nmembentuk Puskesos 25 desa untuk berkelanjutan sebagai kepanjangan tangan SLRT\n(Sistem Layanan Rujukan Terpadu). SLRT dan Puskesos dapat menjadi sarana bagi\npemerintah pusat dan daerah untuk memperoleh data yang sama dan akurat,\nmemberikan layanan kepada masyarakat sehingga program-program tepat sasar serta\nbisa membantu pemerintah dalam mencapai target-target programnya dengan baik.\nDengan hadir Puskesos di desa-desa, mayarakat miskin dan rentan miskin akan\nmudah mengakses berbagai program  dalam\nrangka memenuhi kebutuhannya . Ia juga menjelaskan pada tahun 2019 Kementrian\nSosial mengembangkan SLRT dan Puskesos di 20 kabupaten\/ kota di 12 provinsi di\nIndonesia. <\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan ini, Bapak Suharyono menegaskan bahwa SLRT ini bisa\nmembantu program pengentas kemiskinan di berbagai sektor sehingga kita semua\nmesti menguatkan keberlanjutan SLRT melalui pembentukan Puskesos di desa dan\nkelurahan.  <\/p>\n\n\n\n

Mbak Mibna dengan mensosialisasikan PEKKA dengan KLIK-nya sekaligus\nbagaimana KLIK masuk dalam SLRT seperti yang tercantum dalam pasal 19 (ayat 6\ndan 7) di Perbup No 31 tahun 2019 tentang SLRT untuk Perlindungan Sosial dan\nPengentasan Kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Bappeda Kabupaten Bantul melaksanakan pembentukan Puskesos (Pusat\nKesejahteraan Sosial)  di Aula Sasana\nWidya Purwo (Gedung Perpusatakaan daerah Bantul) pada hari kamis dan jumat lalu\ntepatnya tanggal 21-22 November. Narasumber yang hadir dalam acara tersebut\nadalah Pak Suharyono (Bappeda Bantul), Ibu Siwi dari Puskesos Sleman (Koord),\nIbu Lestari (Dinsos Kabupaten bantul) dan Mbak Mibna dari Yayasan PEKKA.<\/p>\n\n\n\n

Sambutan dari Bupati diwakilkan dan acarapun dibuka oleh Bapa Suharyono\ndari BAPPEDA Kabupaten Bantul. Ibu Lestari mengatakan bahwa kami telah sepakat\nmembentuk Puskesos 25 desa untuk berkelanjutan sebagai kepanjangan tangan SLRT\n(Sistem Layanan Rujukan Terpadu). SLRT dan Puskesos dapat menjadi sarana bagi\npemerintah pusat dan daerah untuk memperoleh data yang sama dan akurat,\nmemberikan layanan kepada masyarakat sehingga program-program tepat sasar serta\nbisa membantu pemerintah dalam mencapai target-target programnya dengan baik.\nDengan hadir Puskesos di desa-desa, mayarakat miskin dan rentan miskin akan\nmudah mengakses berbagai program  dalam\nrangka memenuhi kebutuhannya . Ia juga menjelaskan pada tahun 2019 Kementrian\nSosial mengembangkan SLRT dan Puskesos di 20 kabupaten\/ kota di 12 provinsi di\nIndonesia. <\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan ini, Bapak Suharyono menegaskan bahwa SLRT ini bisa\nmembantu program pengentas kemiskinan di berbagai sektor sehingga kita semua\nmesti menguatkan keberlanjutan SLRT melalui pembentukan Puskesos di desa dan\nkelurahan.  <\/p>\n\n\n\n

Mbak Mibna dengan mensosialisasikan PEKKA dengan KLIK-nya sekaligus\nbagaimana KLIK masuk dalam SLRT seperti yang tercantum dalam pasal 19 (ayat 6\ndan 7) di Perbup No 31 tahun 2019 tentang SLRT untuk Perlindungan Sosial dan\nPengentasan Kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Kontributor:\n<\/strong>Eni Mujito<\/strong>, kader Pekka Pacitan<\/strong><\/p>\n","post_title":"Diskusi Bersama Kedutaan Australia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskusi-bersama-kedutaan-australia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-23 07:15:07","post_modified_gmt":"2020-10-23 07:15:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/diskusi-bersama-kedutaan-australia\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":996,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 07:10:04","post_date_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content":"\n

Bappeda Kabupaten Bantul melaksanakan pembentukan Puskesos (Pusat\nKesejahteraan Sosial)  di Aula Sasana\nWidya Purwo (Gedung Perpusatakaan daerah Bantul) pada hari kamis dan jumat lalu\ntepatnya tanggal 21-22 November. Narasumber yang hadir dalam acara tersebut\nadalah Pak Suharyono (Bappeda Bantul), Ibu Siwi dari Puskesos Sleman (Koord),\nIbu Lestari (Dinsos Kabupaten bantul) dan Mbak Mibna dari Yayasan PEKKA.<\/p>\n\n\n\n

Sambutan dari Bupati diwakilkan dan acarapun dibuka oleh Bapa Suharyono\ndari BAPPEDA Kabupaten Bantul. Ibu Lestari mengatakan bahwa kami telah sepakat\nmembentuk Puskesos 25 desa untuk berkelanjutan sebagai kepanjangan tangan SLRT\n(Sistem Layanan Rujukan Terpadu). SLRT dan Puskesos dapat menjadi sarana bagi\npemerintah pusat dan daerah untuk memperoleh data yang sama dan akurat,\nmemberikan layanan kepada masyarakat sehingga program-program tepat sasar serta\nbisa membantu pemerintah dalam mencapai target-target programnya dengan baik.\nDengan hadir Puskesos di desa-desa, mayarakat miskin dan rentan miskin akan\nmudah mengakses berbagai program  dalam\nrangka memenuhi kebutuhannya . Ia juga menjelaskan pada tahun 2019 Kementrian\nSosial mengembangkan SLRT dan Puskesos di 20 kabupaten\/ kota di 12 provinsi di\nIndonesia. <\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan ini, Bapak Suharyono menegaskan bahwa SLRT ini bisa\nmembantu program pengentas kemiskinan di berbagai sektor sehingga kita semua\nmesti menguatkan keberlanjutan SLRT melalui pembentukan Puskesos di desa dan\nkelurahan.  <\/p>\n\n\n\n

Mbak Mibna dengan mensosialisasikan PEKKA dengan KLIK-nya sekaligus\nbagaimana KLIK masuk dalam SLRT seperti yang tercantum dalam pasal 19 (ayat 6\ndan 7) di Perbup No 31 tahun 2019 tentang SLRT untuk Perlindungan Sosial dan\nPengentasan Kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Salam Semangat buat Pekka yang luar biasa . Jangan pernah menyerah walaupun\nperempuan sendiri, tapi bisa berdiri sendiri dan mampu menghadapi kesulitan\napaun .Tetap tegar  kawanku Pekka, usia\ntidak membatasi kita untuk mencari ilmu. Terima kasih PEKKA  dan KOMPAK yang bisa membawa saya menjadi\nperempuan yang lebih percaya diri dan semangat yg luar biasa. Saya bisa dan\nbahkan bisa lebih dari mereka perempuan \nyang ada suaminya. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\n<\/strong>Eni Mujito<\/strong>, kader Pekka Pacitan<\/strong><\/p>\n","post_title":"Diskusi Bersama Kedutaan Australia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskusi-bersama-kedutaan-australia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-23 07:15:07","post_modified_gmt":"2020-10-23 07:15:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/diskusi-bersama-kedutaan-australia\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":996,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 07:10:04","post_date_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content":"\n

Bappeda Kabupaten Bantul melaksanakan pembentukan Puskesos (Pusat\nKesejahteraan Sosial)  di Aula Sasana\nWidya Purwo (Gedung Perpusatakaan daerah Bantul) pada hari kamis dan jumat lalu\ntepatnya tanggal 21-22 November. Narasumber yang hadir dalam acara tersebut\nadalah Pak Suharyono (Bappeda Bantul), Ibu Siwi dari Puskesos Sleman (Koord),\nIbu Lestari (Dinsos Kabupaten bantul) dan Mbak Mibna dari Yayasan PEKKA.<\/p>\n\n\n\n

Sambutan dari Bupati diwakilkan dan acarapun dibuka oleh Bapa Suharyono\ndari BAPPEDA Kabupaten Bantul. Ibu Lestari mengatakan bahwa kami telah sepakat\nmembentuk Puskesos 25 desa untuk berkelanjutan sebagai kepanjangan tangan SLRT\n(Sistem Layanan Rujukan Terpadu). SLRT dan Puskesos dapat menjadi sarana bagi\npemerintah pusat dan daerah untuk memperoleh data yang sama dan akurat,\nmemberikan layanan kepada masyarakat sehingga program-program tepat sasar serta\nbisa membantu pemerintah dalam mencapai target-target programnya dengan baik.\nDengan hadir Puskesos di desa-desa, mayarakat miskin dan rentan miskin akan\nmudah mengakses berbagai program  dalam\nrangka memenuhi kebutuhannya . Ia juga menjelaskan pada tahun 2019 Kementrian\nSosial mengembangkan SLRT dan Puskesos di 20 kabupaten\/ kota di 12 provinsi di\nIndonesia. <\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan ini, Bapak Suharyono menegaskan bahwa SLRT ini bisa\nmembantu program pengentas kemiskinan di berbagai sektor sehingga kita semua\nmesti menguatkan keberlanjutan SLRT melalui pembentukan Puskesos di desa dan\nkelurahan.  <\/p>\n\n\n\n

Mbak Mibna dengan mensosialisasikan PEKKA dengan KLIK-nya sekaligus\nbagaimana KLIK masuk dalam SLRT seperti yang tercantum dalam pasal 19 (ayat 6\ndan 7) di Perbup No 31 tahun 2019 tentang SLRT untuk Perlindungan Sosial dan\nPengentasan Kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Saya senang, dengan terlibat di PEKKA,keberadaan saya\u00a0 sekarang ini juga\u00a0 aktif di segala kegiatan PKK. Semoga cerita saya ini bisa mendorong ibu ibu yang lain yang belum gabung dengan Kelompok Pekka ikut kmi bergabung\u00a0 dengan Pekka. <\/p>\n\n\n\n

Salam Semangat buat Pekka yang luar biasa . Jangan pernah menyerah walaupun\nperempuan sendiri, tapi bisa berdiri sendiri dan mampu menghadapi kesulitan\napaun .Tetap tegar  kawanku Pekka, usia\ntidak membatasi kita untuk mencari ilmu. Terima kasih PEKKA  dan KOMPAK yang bisa membawa saya menjadi\nperempuan yang lebih percaya diri dan semangat yg luar biasa. Saya bisa dan\nbahkan bisa lebih dari mereka perempuan \nyang ada suaminya. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\n<\/strong>Eni Mujito<\/strong>, kader Pekka Pacitan<\/strong><\/p>\n","post_title":"Diskusi Bersama Kedutaan Australia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskusi-bersama-kedutaan-australia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-23 07:15:07","post_modified_gmt":"2020-10-23 07:15:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/diskusi-bersama-kedutaan-australia\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":996,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 07:10:04","post_date_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content":"\n

Bappeda Kabupaten Bantul melaksanakan pembentukan Puskesos (Pusat\nKesejahteraan Sosial)  di Aula Sasana\nWidya Purwo (Gedung Perpusatakaan daerah Bantul) pada hari kamis dan jumat lalu\ntepatnya tanggal 21-22 November. Narasumber yang hadir dalam acara tersebut\nadalah Pak Suharyono (Bappeda Bantul), Ibu Siwi dari Puskesos Sleman (Koord),\nIbu Lestari (Dinsos Kabupaten bantul) dan Mbak Mibna dari Yayasan PEKKA.<\/p>\n\n\n\n

Sambutan dari Bupati diwakilkan dan acarapun dibuka oleh Bapa Suharyono\ndari BAPPEDA Kabupaten Bantul. Ibu Lestari mengatakan bahwa kami telah sepakat\nmembentuk Puskesos 25 desa untuk berkelanjutan sebagai kepanjangan tangan SLRT\n(Sistem Layanan Rujukan Terpadu). SLRT dan Puskesos dapat menjadi sarana bagi\npemerintah pusat dan daerah untuk memperoleh data yang sama dan akurat,\nmemberikan layanan kepada masyarakat sehingga program-program tepat sasar serta\nbisa membantu pemerintah dalam mencapai target-target programnya dengan baik.\nDengan hadir Puskesos di desa-desa, mayarakat miskin dan rentan miskin akan\nmudah mengakses berbagai program  dalam\nrangka memenuhi kebutuhannya . Ia juga menjelaskan pada tahun 2019 Kementrian\nSosial mengembangkan SLRT dan Puskesos di 20 kabupaten\/ kota di 12 provinsi di\nIndonesia. <\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan ini, Bapak Suharyono menegaskan bahwa SLRT ini bisa\nmembantu program pengentas kemiskinan di berbagai sektor sehingga kita semua\nmesti menguatkan keberlanjutan SLRT melalui pembentukan Puskesos di desa dan\nkelurahan.  <\/p>\n\n\n\n

Mbak Mibna dengan mensosialisasikan PEKKA dengan KLIK-nya sekaligus\nbagaimana KLIK masuk dalam SLRT seperti yang tercantum dalam pasal 19 (ayat 6\ndan 7) di Perbup No 31 tahun 2019 tentang SLRT untuk Perlindungan Sosial dan\nPengentasan Kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

selain itu saya juga berkesempatan \nmenceritakan bahwa saya telah menjadi tim 11 di desa . Kami  di Desa Tegalombo ikut terlibat dalam\npenyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) di situ saya menjadi wakil dari unsur\nperempuan.<\/p>\n\n\n\n

Saya senang, dengan terlibat di PEKKA,keberadaan saya\u00a0 sekarang ini juga\u00a0 aktif di segala kegiatan PKK. Semoga cerita saya ini bisa mendorong ibu ibu yang lain yang belum gabung dengan Kelompok Pekka ikut kmi bergabung\u00a0 dengan Pekka. <\/p>\n\n\n\n

Salam Semangat buat Pekka yang luar biasa . Jangan pernah menyerah walaupun\nperempuan sendiri, tapi bisa berdiri sendiri dan mampu menghadapi kesulitan\napaun .Tetap tegar  kawanku Pekka, usia\ntidak membatasi kita untuk mencari ilmu. Terima kasih PEKKA  dan KOMPAK yang bisa membawa saya menjadi\nperempuan yang lebih percaya diri dan semangat yg luar biasa. Saya bisa dan\nbahkan bisa lebih dari mereka perempuan \nyang ada suaminya. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\n<\/strong>Eni Mujito<\/strong>, kader Pekka Pacitan<\/strong><\/p>\n","post_title":"Diskusi Bersama Kedutaan Australia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskusi-bersama-kedutaan-australia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-23 07:15:07","post_modified_gmt":"2020-10-23 07:15:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/diskusi-bersama-kedutaan-australia\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":996,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 07:10:04","post_date_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content":"\n

Bappeda Kabupaten Bantul melaksanakan pembentukan Puskesos (Pusat\nKesejahteraan Sosial)  di Aula Sasana\nWidya Purwo (Gedung Perpusatakaan daerah Bantul) pada hari kamis dan jumat lalu\ntepatnya tanggal 21-22 November. Narasumber yang hadir dalam acara tersebut\nadalah Pak Suharyono (Bappeda Bantul), Ibu Siwi dari Puskesos Sleman (Koord),\nIbu Lestari (Dinsos Kabupaten bantul) dan Mbak Mibna dari Yayasan PEKKA.<\/p>\n\n\n\n

Sambutan dari Bupati diwakilkan dan acarapun dibuka oleh Bapa Suharyono\ndari BAPPEDA Kabupaten Bantul. Ibu Lestari mengatakan bahwa kami telah sepakat\nmembentuk Puskesos 25 desa untuk berkelanjutan sebagai kepanjangan tangan SLRT\n(Sistem Layanan Rujukan Terpadu). SLRT dan Puskesos dapat menjadi sarana bagi\npemerintah pusat dan daerah untuk memperoleh data yang sama dan akurat,\nmemberikan layanan kepada masyarakat sehingga program-program tepat sasar serta\nbisa membantu pemerintah dalam mencapai target-target programnya dengan baik.\nDengan hadir Puskesos di desa-desa, mayarakat miskin dan rentan miskin akan\nmudah mengakses berbagai program  dalam\nrangka memenuhi kebutuhannya . Ia juga menjelaskan pada tahun 2019 Kementrian\nSosial mengembangkan SLRT dan Puskesos di 20 kabupaten\/ kota di 12 provinsi di\nIndonesia. <\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan ini, Bapak Suharyono menegaskan bahwa SLRT ini bisa\nmembantu program pengentas kemiskinan di berbagai sektor sehingga kita semua\nmesti menguatkan keberlanjutan SLRT melalui pembentukan Puskesos di desa dan\nkelurahan.  <\/p>\n\n\n\n

Mbak Mibna dengan mensosialisasikan PEKKA dengan KLIK-nya sekaligus\nbagaimana KLIK masuk dalam SLRT seperti yang tercantum dalam pasal 19 (ayat 6\ndan 7) di Perbup No 31 tahun 2019 tentang SLRT untuk Perlindungan Sosial dan\nPengentasan Kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Kami juga ingin ada Sekolah perempuan , terutama Akademi Paradigta dan  ada pemberian atau pinjaman  modal bagi Pekka yg mempunyai usaha mandiri\nuntukmeningkatkan ekonomi  menghidupi\nkeluarganya. Kami mendapat dukungan yg bagus dari kedutaan Australia dan\nKOMPAK. <\/p>\n\n\n\n

selain itu saya juga berkesempatan \nmenceritakan bahwa saya telah menjadi tim 11 di desa . Kami  di Desa Tegalombo ikut terlibat dalam\npenyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) di situ saya menjadi wakil dari unsur\nperempuan.<\/p>\n\n\n\n

Saya senang, dengan terlibat di PEKKA,keberadaan saya\u00a0 sekarang ini juga\u00a0 aktif di segala kegiatan PKK. Semoga cerita saya ini bisa mendorong ibu ibu yang lain yang belum gabung dengan Kelompok Pekka ikut kmi bergabung\u00a0 dengan Pekka. <\/p>\n\n\n\n

Salam Semangat buat Pekka yang luar biasa . Jangan pernah menyerah walaupun\nperempuan sendiri, tapi bisa berdiri sendiri dan mampu menghadapi kesulitan\napaun .Tetap tegar  kawanku Pekka, usia\ntidak membatasi kita untuk mencari ilmu. Terima kasih PEKKA  dan KOMPAK yang bisa membawa saya menjadi\nperempuan yang lebih percaya diri dan semangat yg luar biasa. Saya bisa dan\nbahkan bisa lebih dari mereka perempuan \nyang ada suaminya. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\n<\/strong>Eni Mujito<\/strong>, kader Pekka Pacitan<\/strong><\/p>\n","post_title":"Diskusi Bersama Kedutaan Australia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskusi-bersama-kedutaan-australia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-23 07:15:07","post_modified_gmt":"2020-10-23 07:15:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/diskusi-bersama-kedutaan-australia\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":996,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 07:10:04","post_date_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content":"\n

Bappeda Kabupaten Bantul melaksanakan pembentukan Puskesos (Pusat\nKesejahteraan Sosial)  di Aula Sasana\nWidya Purwo (Gedung Perpusatakaan daerah Bantul) pada hari kamis dan jumat lalu\ntepatnya tanggal 21-22 November. Narasumber yang hadir dalam acara tersebut\nadalah Pak Suharyono (Bappeda Bantul), Ibu Siwi dari Puskesos Sleman (Koord),\nIbu Lestari (Dinsos Kabupaten bantul) dan Mbak Mibna dari Yayasan PEKKA.<\/p>\n\n\n\n

Sambutan dari Bupati diwakilkan dan acarapun dibuka oleh Bapa Suharyono\ndari BAPPEDA Kabupaten Bantul. Ibu Lestari mengatakan bahwa kami telah sepakat\nmembentuk Puskesos 25 desa untuk berkelanjutan sebagai kepanjangan tangan SLRT\n(Sistem Layanan Rujukan Terpadu). SLRT dan Puskesos dapat menjadi sarana bagi\npemerintah pusat dan daerah untuk memperoleh data yang sama dan akurat,\nmemberikan layanan kepada masyarakat sehingga program-program tepat sasar serta\nbisa membantu pemerintah dalam mencapai target-target programnya dengan baik.\nDengan hadir Puskesos di desa-desa, mayarakat miskin dan rentan miskin akan\nmudah mengakses berbagai program  dalam\nrangka memenuhi kebutuhannya . Ia juga menjelaskan pada tahun 2019 Kementrian\nSosial mengembangkan SLRT dan Puskesos di 20 kabupaten\/ kota di 12 provinsi di\nIndonesia. <\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan ini, Bapak Suharyono menegaskan bahwa SLRT ini bisa\nmembantu program pengentas kemiskinan di berbagai sektor sehingga kita semua\nmesti menguatkan keberlanjutan SLRT melalui pembentukan Puskesos di desa dan\nkelurahan.  <\/p>\n\n\n\n

Mbak Mibna dengan mensosialisasikan PEKKA dengan KLIK-nya sekaligus\nbagaimana KLIK masuk dalam SLRT seperti yang tercantum dalam pasal 19 (ayat 6\ndan 7) di Perbup No 31 tahun 2019 tentang SLRT untuk Perlindungan Sosial dan\nPengentasan Kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Kami pun lalu berdiskusi bersama bapak  Manoj Kumar Nath, mereka cukup tertarik\ndengan kegiatan kami. Kami lalu ditanya apa yang kita mau selanjutnya dengan\nPekka. Lalu kamipun menjawab, kami ingin Pekka di tingkatkan kualitasnya,\nterutama meningkatkan kualitas ekonomi \nanggota kelompok Pekka.<\/p>\n\n\n\n

Kami juga ingin ada Sekolah perempuan , terutama Akademi Paradigta dan  ada pemberian atau pinjaman  modal bagi Pekka yg mempunyai usaha mandiri\nuntukmeningkatkan ekonomi  menghidupi\nkeluarganya. Kami mendapat dukungan yg bagus dari kedutaan Australia dan\nKOMPAK. <\/p>\n\n\n\n

selain itu saya juga berkesempatan \nmenceritakan bahwa saya telah menjadi tim 11 di desa . Kami  di Desa Tegalombo ikut terlibat dalam\npenyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) di situ saya menjadi wakil dari unsur\nperempuan.<\/p>\n\n\n\n

Saya senang, dengan terlibat di PEKKA,keberadaan saya\u00a0 sekarang ini juga\u00a0 aktif di segala kegiatan PKK. Semoga cerita saya ini bisa mendorong ibu ibu yang lain yang belum gabung dengan Kelompok Pekka ikut kmi bergabung\u00a0 dengan Pekka. <\/p>\n\n\n\n

Salam Semangat buat Pekka yang luar biasa . Jangan pernah menyerah walaupun\nperempuan sendiri, tapi bisa berdiri sendiri dan mampu menghadapi kesulitan\napaun .Tetap tegar  kawanku Pekka, usia\ntidak membatasi kita untuk mencari ilmu. Terima kasih PEKKA  dan KOMPAK yang bisa membawa saya menjadi\nperempuan yang lebih percaya diri dan semangat yg luar biasa. Saya bisa dan\nbahkan bisa lebih dari mereka perempuan \nyang ada suaminya. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\n<\/strong>Eni Mujito<\/strong>, kader Pekka Pacitan<\/strong><\/p>\n","post_title":"Diskusi Bersama Kedutaan Australia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskusi-bersama-kedutaan-australia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-23 07:15:07","post_modified_gmt":"2020-10-23 07:15:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/diskusi-bersama-kedutaan-australia\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":996,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 07:10:04","post_date_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content":"\n

Bappeda Kabupaten Bantul melaksanakan pembentukan Puskesos (Pusat\nKesejahteraan Sosial)  di Aula Sasana\nWidya Purwo (Gedung Perpusatakaan daerah Bantul) pada hari kamis dan jumat lalu\ntepatnya tanggal 21-22 November. Narasumber yang hadir dalam acara tersebut\nadalah Pak Suharyono (Bappeda Bantul), Ibu Siwi dari Puskesos Sleman (Koord),\nIbu Lestari (Dinsos Kabupaten bantul) dan Mbak Mibna dari Yayasan PEKKA.<\/p>\n\n\n\n

Sambutan dari Bupati diwakilkan dan acarapun dibuka oleh Bapa Suharyono\ndari BAPPEDA Kabupaten Bantul. Ibu Lestari mengatakan bahwa kami telah sepakat\nmembentuk Puskesos 25 desa untuk berkelanjutan sebagai kepanjangan tangan SLRT\n(Sistem Layanan Rujukan Terpadu). SLRT dan Puskesos dapat menjadi sarana bagi\npemerintah pusat dan daerah untuk memperoleh data yang sama dan akurat,\nmemberikan layanan kepada masyarakat sehingga program-program tepat sasar serta\nbisa membantu pemerintah dalam mencapai target-target programnya dengan baik.\nDengan hadir Puskesos di desa-desa, mayarakat miskin dan rentan miskin akan\nmudah mengakses berbagai program  dalam\nrangka memenuhi kebutuhannya . Ia juga menjelaskan pada tahun 2019 Kementrian\nSosial mengembangkan SLRT dan Puskesos di 20 kabupaten\/ kota di 12 provinsi di\nIndonesia. <\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan ini, Bapak Suharyono menegaskan bahwa SLRT ini bisa\nmembantu program pengentas kemiskinan di berbagai sektor sehingga kita semua\nmesti menguatkan keberlanjutan SLRT melalui pembentukan Puskesos di desa dan\nkelurahan.  <\/p>\n\n\n\n

Mbak Mibna dengan mensosialisasikan PEKKA dengan KLIK-nya sekaligus\nbagaimana KLIK masuk dalam SLRT seperti yang tercantum dalam pasal 19 (ayat 6\ndan 7) di Perbup No 31 tahun 2019 tentang SLRT untuk Perlindungan Sosial dan\nPengentasan Kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Pada acara trsebut saya dan bu Kunindarsih mewakili PEKKA untuk presentasi\nkegiatan Pekka Selama ini di kecamatan Tegalombo khususnya desa Pucangombo.\nAdapun tamu tersebut antara lain tamu dari \nkedutaan Australia Bapak Aaron Watson, Bapak Riao Afifudin sebagai tim\nIndependent Strategis. Dari Avisory Team (ISAT) hadir Bapak  Manoj Kumar Nath dan Vin Ashcrift, serta dari  KOMPAK Nasional office  Jakarta \nbapak  Philip Hulcome, Abdul Azis\nMuslim, Purri Andriaty,  dari Kompak Provinsi\nJatim  Bapak Agus Sarwo Edhi (atau Pak Bob), Pak\nNurul, Pak Didik Purwandanu dan  Bpk\nIrwandi dari DC KOMPAK Pacitan.<\/p>\n\n\n\n

Kami pun lalu berdiskusi bersama bapak  Manoj Kumar Nath, mereka cukup tertarik\ndengan kegiatan kami. Kami lalu ditanya apa yang kita mau selanjutnya dengan\nPekka. Lalu kamipun menjawab, kami ingin Pekka di tingkatkan kualitasnya,\nterutama meningkatkan kualitas ekonomi \nanggota kelompok Pekka.<\/p>\n\n\n\n

Kami juga ingin ada Sekolah perempuan , terutama Akademi Paradigta dan  ada pemberian atau pinjaman  modal bagi Pekka yg mempunyai usaha mandiri\nuntukmeningkatkan ekonomi  menghidupi\nkeluarganya. Kami mendapat dukungan yg bagus dari kedutaan Australia dan\nKOMPAK. <\/p>\n\n\n\n

selain itu saya juga berkesempatan \nmenceritakan bahwa saya telah menjadi tim 11 di desa . Kami  di Desa Tegalombo ikut terlibat dalam\npenyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) di situ saya menjadi wakil dari unsur\nperempuan.<\/p>\n\n\n\n

Saya senang, dengan terlibat di PEKKA,keberadaan saya\u00a0 sekarang ini juga\u00a0 aktif di segala kegiatan PKK. Semoga cerita saya ini bisa mendorong ibu ibu yang lain yang belum gabung dengan Kelompok Pekka ikut kmi bergabung\u00a0 dengan Pekka. <\/p>\n\n\n\n

Salam Semangat buat Pekka yang luar biasa . Jangan pernah menyerah walaupun\nperempuan sendiri, tapi bisa berdiri sendiri dan mampu menghadapi kesulitan\napaun .Tetap tegar  kawanku Pekka, usia\ntidak membatasi kita untuk mencari ilmu. Terima kasih PEKKA  dan KOMPAK yang bisa membawa saya menjadi\nperempuan yang lebih percaya diri dan semangat yg luar biasa. Saya bisa dan\nbahkan bisa lebih dari mereka perempuan \nyang ada suaminya. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\n<\/strong>Eni Mujito<\/strong>, kader Pekka Pacitan<\/strong><\/p>\n","post_title":"Diskusi Bersama Kedutaan Australia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskusi-bersama-kedutaan-australia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-23 07:15:07","post_modified_gmt":"2020-10-23 07:15:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/diskusi-bersama-kedutaan-australia\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":996,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 07:10:04","post_date_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content":"\n

Bappeda Kabupaten Bantul melaksanakan pembentukan Puskesos (Pusat\nKesejahteraan Sosial)  di Aula Sasana\nWidya Purwo (Gedung Perpusatakaan daerah Bantul) pada hari kamis dan jumat lalu\ntepatnya tanggal 21-22 November. Narasumber yang hadir dalam acara tersebut\nadalah Pak Suharyono (Bappeda Bantul), Ibu Siwi dari Puskesos Sleman (Koord),\nIbu Lestari (Dinsos Kabupaten bantul) dan Mbak Mibna dari Yayasan PEKKA.<\/p>\n\n\n\n

Sambutan dari Bupati diwakilkan dan acarapun dibuka oleh Bapa Suharyono\ndari BAPPEDA Kabupaten Bantul. Ibu Lestari mengatakan bahwa kami telah sepakat\nmembentuk Puskesos 25 desa untuk berkelanjutan sebagai kepanjangan tangan SLRT\n(Sistem Layanan Rujukan Terpadu). SLRT dan Puskesos dapat menjadi sarana bagi\npemerintah pusat dan daerah untuk memperoleh data yang sama dan akurat,\nmemberikan layanan kepada masyarakat sehingga program-program tepat sasar serta\nbisa membantu pemerintah dalam mencapai target-target programnya dengan baik.\nDengan hadir Puskesos di desa-desa, mayarakat miskin dan rentan miskin akan\nmudah mengakses berbagai program  dalam\nrangka memenuhi kebutuhannya . Ia juga menjelaskan pada tahun 2019 Kementrian\nSosial mengembangkan SLRT dan Puskesos di 20 kabupaten\/ kota di 12 provinsi di\nIndonesia. <\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan ini, Bapak Suharyono menegaskan bahwa SLRT ini bisa\nmembantu program pengentas kemiskinan di berbagai sektor sehingga kita semua\nmesti menguatkan keberlanjutan SLRT melalui pembentukan Puskesos di desa dan\nkelurahan.  <\/p>\n\n\n\n

Mbak Mibna dengan mensosialisasikan PEKKA dengan KLIK-nya sekaligus\nbagaimana KLIK masuk dalam SLRT seperti yang tercantum dalam pasal 19 (ayat 6\ndan 7) di Perbup No 31 tahun 2019 tentang SLRT untuk Perlindungan Sosial dan\nPengentasan Kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
\n

Pengalaman yg luar biasa setelah ku menjadi kader Pekka di  Kecamatan Tegalombo. Pada hari itu Senin,\ntanggal 25 November 2019, Saya dan Bu Kunindarsih harus mewakili dr kader Pekka\nmenghadiri pertemuan dan diskusi dengan tamu dari perwakilan kedubes Australia\ndan KOMPAK office Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Pada acara trsebut saya dan bu Kunindarsih mewakili PEKKA untuk presentasi\nkegiatan Pekka Selama ini di kecamatan Tegalombo khususnya desa Pucangombo.\nAdapun tamu tersebut antara lain tamu dari \nkedutaan Australia Bapak Aaron Watson, Bapak Riao Afifudin sebagai tim\nIndependent Strategis. Dari Avisory Team (ISAT) hadir Bapak  Manoj Kumar Nath dan Vin Ashcrift, serta dari  KOMPAK Nasional office  Jakarta \nbapak  Philip Hulcome, Abdul Azis\nMuslim, Purri Andriaty,  dari Kompak Provinsi\nJatim  Bapak Agus Sarwo Edhi (atau Pak Bob), Pak\nNurul, Pak Didik Purwandanu dan  Bpk\nIrwandi dari DC KOMPAK Pacitan.<\/p>\n\n\n\n

Kami pun lalu berdiskusi bersama bapak  Manoj Kumar Nath, mereka cukup tertarik\ndengan kegiatan kami. Kami lalu ditanya apa yang kita mau selanjutnya dengan\nPekka. Lalu kamipun menjawab, kami ingin Pekka di tingkatkan kualitasnya,\nterutama meningkatkan kualitas ekonomi \nanggota kelompok Pekka.<\/p>\n\n\n\n

Kami juga ingin ada Sekolah perempuan , terutama Akademi Paradigta dan  ada pemberian atau pinjaman  modal bagi Pekka yg mempunyai usaha mandiri\nuntukmeningkatkan ekonomi  menghidupi\nkeluarganya. Kami mendapat dukungan yg bagus dari kedutaan Australia dan\nKOMPAK. <\/p>\n\n\n\n

selain itu saya juga berkesempatan \nmenceritakan bahwa saya telah menjadi tim 11 di desa . Kami  di Desa Tegalombo ikut terlibat dalam\npenyusunan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) di situ saya menjadi wakil dari unsur\nperempuan.<\/p>\n\n\n\n

Saya senang, dengan terlibat di PEKKA,keberadaan saya\u00a0 sekarang ini juga\u00a0 aktif di segala kegiatan PKK. Semoga cerita saya ini bisa mendorong ibu ibu yang lain yang belum gabung dengan Kelompok Pekka ikut kmi bergabung\u00a0 dengan Pekka. <\/p>\n\n\n\n

Salam Semangat buat Pekka yang luar biasa . Jangan pernah menyerah walaupun\nperempuan sendiri, tapi bisa berdiri sendiri dan mampu menghadapi kesulitan\napaun .Tetap tegar  kawanku Pekka, usia\ntidak membatasi kita untuk mencari ilmu. Terima kasih PEKKA  dan KOMPAK yang bisa membawa saya menjadi\nperempuan yang lebih percaya diri dan semangat yg luar biasa. Saya bisa dan\nbahkan bisa lebih dari mereka perempuan \nyang ada suaminya. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\n<\/strong>Eni Mujito<\/strong>, kader Pekka Pacitan<\/strong><\/p>\n","post_title":"Diskusi Bersama Kedutaan Australia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskusi-bersama-kedutaan-australia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-23 07:15:07","post_modified_gmt":"2020-10-23 07:15:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/diskusi-bersama-kedutaan-australia\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":996,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 07:10:04","post_date_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content":"\n

Bappeda Kabupaten Bantul melaksanakan pembentukan Puskesos (Pusat\nKesejahteraan Sosial)  di Aula Sasana\nWidya Purwo (Gedung Perpusatakaan daerah Bantul) pada hari kamis dan jumat lalu\ntepatnya tanggal 21-22 November. Narasumber yang hadir dalam acara tersebut\nadalah Pak Suharyono (Bappeda Bantul), Ibu Siwi dari Puskesos Sleman (Koord),\nIbu Lestari (Dinsos Kabupaten bantul) dan Mbak Mibna dari Yayasan PEKKA.<\/p>\n\n\n\n

Sambutan dari Bupati diwakilkan dan acarapun dibuka oleh Bapa Suharyono\ndari BAPPEDA Kabupaten Bantul. Ibu Lestari mengatakan bahwa kami telah sepakat\nmembentuk Puskesos 25 desa untuk berkelanjutan sebagai kepanjangan tangan SLRT\n(Sistem Layanan Rujukan Terpadu). SLRT dan Puskesos dapat menjadi sarana bagi\npemerintah pusat dan daerah untuk memperoleh data yang sama dan akurat,\nmemberikan layanan kepada masyarakat sehingga program-program tepat sasar serta\nbisa membantu pemerintah dalam mencapai target-target programnya dengan baik.\nDengan hadir Puskesos di desa-desa, mayarakat miskin dan rentan miskin akan\nmudah mengakses berbagai program  dalam\nrangka memenuhi kebutuhannya . Ia juga menjelaskan pada tahun 2019 Kementrian\nSosial mengembangkan SLRT dan Puskesos di 20 kabupaten\/ kota di 12 provinsi di\nIndonesia. <\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan ini, Bapak Suharyono menegaskan bahwa SLRT ini bisa\nmembantu program pengentas kemiskinan di berbagai sektor sehingga kita semua\nmesti menguatkan keberlanjutan SLRT melalui pembentukan Puskesos di desa dan\nkelurahan.  <\/p>\n\n\n\n

Mbak Mibna dengan mensosialisasikan PEKKA dengan KLIK-nya sekaligus\nbagaimana KLIK masuk dalam SLRT seperti yang tercantum dalam pasal 19 (ayat 6\ndan 7) di Perbup No 31 tahun 2019 tentang SLRT untuk Perlindungan Sosial dan\nPengentasan Kemiskinan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\n

Pelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi  dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n

Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n

Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\n

Setelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\n

Pada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n

Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah  dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n

Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\n

Pada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n

Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19  Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n

Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n

Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n

Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Narasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan  melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n

Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n

Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n

Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan  16 hari yang  lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n

Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n

Setelah  itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu  sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n

Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada  tanggal 2  Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 1 of 3 1 2 3
Page 1 of 3 1 2 3