Skip to content
\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nSetelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nPesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nIbu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nIbu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nNamun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nLanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nUntuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nPekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nSetelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nKarena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nPuji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nWalaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nSetelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nSaya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nKontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nSayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nYang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n
Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nPada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n
Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n
Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nSetelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\nPada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n
Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n
Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nKontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\nSetelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\nPada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n
Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n
Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nHarapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\nSetelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\nPada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n
Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n
Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nUntuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n
Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\nSetelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\nPada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n
Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n
Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nBapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n
Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n
Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\nSetelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\nPada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n
Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n
Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nPelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n
Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n
Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n
Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\nSetelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\nPada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n
Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n
Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nKontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\nPelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n
Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n
Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n
Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\nSetelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\nPada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n
Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n
Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\nKontributor: Maryam dan Seniwati<\/strong>\n\n<\/p>\n","post_title":"Pendataan Bansos Darurat Covid-19","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendataan-bansos-darurat-covid-19","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-02 00:41:28","post_modified_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pendataan-bansos-darurat-covid-19\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};
\nIbu Siwi sebagai koordinator Puskesos di Kabupaten Sleman berbagi pengalaman bagaimana pembentukan Puskesos dan bagaimana mengembangkan inovasi dalam Puskesos dengan menggunakan Dana Desa serta pernak-perniknya. Bu Siwipun memberikan masukan KLIK PEKKA menjadi inovasi dalam pengembangan Puskesos karena sudah bisa menjangkau masyarakat terbawah dan membantu proses verifikasi dan validasi data di desa\/ kelurahan. <\/p>\n\n\n\n
Kontributor:\nNgatini, kader Pekka Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Pembentukan Puskesos SLRT Kabupaten Bantul","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 07:10:04","post_modified_gmt":"2020-10-19 07:10:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/pembentukan-puskesos-slrt-kabupaten-bantul\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":986,"post_author":"4","post_date":"2020-10-19 06:40:39","post_date_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content":"\nPelaksanaan sosialisasi Perbup tentang Integrasi KLIK dengan SLRT dalam\nrangka pengentasan kemiskinan yang bertempat di Aula rumah Dinas Bupati Bantul\npada tanggal 17 November 2019 dimulai pukul 09.15 hingga pukul 12.10. Acara\ntersebut dihadiri oleh 219 orang. Sambutan dari Bapak Didik Warsito, ketua Dinas\nSosial Kab. Bantul menginformasikan SLRT telah menumbuhkan pusat kesehatan\nsosial (Puskesos) di 75 desa meliputi layanan 3 bidang: kesejahteraan,\nekonomi dan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n
Bapak Bupati H. Suharsomo membuka acara dan meresmikan Perbup No 31 tahun\n2019 telah dibuka dan diresmikan dengan mengetok palu. Harapannya, semangat\ndalam berkomitmen kepada warga miskin agar bisa sejahtera. Sedangkan Bapak\nHalim Muslikh sebagai wakil Bupati Bantul menghimbau untuk bersama berkomitmen\nuntuk menurunkan angka kemiskinan. SLRT yang sudah berstruktur ke tingkat desa,\nsemoga bisa membantu masyarakat kecil. <\/p>\n\n\n\n
Untuk menanggulangi kemiskinan diantaranya adalah kenaikan pengaduan\npermasalahan ke SLRT dengan menerima keluhan-keluhan masyarakat. SLRT dirancang\nuntuk kenyamanan dan keamanan pada masyarakat untuk pengaduan yang mereka\nbutuhkan. Di acara tersebut, direktur Yayasan PEKKA, Ibu Nani mensosialisasikan\napa itu Pekka dan program MAMPU. Melalui Program inilah, Serikat Pekka bisa\nmengadakan KLIK PEKKA, yaitu klinik layanan Informasi dan konsultasi. <\/p>\n\n\n\n
Harapannya KLIK PEKKA dapat berintegrasi dalam SLRT melalui Puskesos seperti yang sudah tertera dalam Peraturan yang dibuat bersama dalam Perbup. Para Bapak\/ Ibu Camat, lurah dan kepala desa diharapkan bisa membantu mensosialisasikan SLRT ke dukuh-dukuh lalu ke masyarakat. Jadi ke depannya tugas puskesos dan SLRT adalah mencarikan solusi bagi masyarakat miskin, menampung keluhan masyarakat dan dilanjutkan ke pemerintah\/ Dinas Sosial. <\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Ngatini, kader Pekka, Bantul<\/strong><\/p>\n","post_title":"Sosialisasi Perbup Integrasi KLIK-SLRT Dalam Pengentasan Kemiskinan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-19 06:40:39","post_modified_gmt":"2020-10-19 06:40:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/sosialisasi-perbup-integrasi-klik-slrt-dalam-pengentasan-kemiskinan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"4","post_date":"2020-10-05 04:17:08","post_date_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content":"\nSetelah mengikuti Pelatihan Pendataan BLT-DD pada tanggal 16 Juni\n2020, ada tugas baru untuk saya yaitu mewawancarai Kepala Desa Tumpuk Tengah Awaludin.\nKeesokan harinya setelah Faslap mengirimkan kuesioner, saya langsung print<\/em> dan foto copy<\/em> untuk bekal saya dalam wawancara. <\/p>\n\n\n\nPada pukul 19:30 saya mendatangi rumah Kepala Desa terkait\nwawancara tentang Pendataan BLT-DD, Alhamdulillah respon Pak Kepala Desa sangat\nbaik. Dalam wawancara tersebut tidak ada kendala sama sekali, karena setiap\npertanyaan yang saya tanyakan dengan cepat terjawab sambil dijelaskan oleh\nKepala Desa.<\/p>\n\n\n\n
Yang menarik dalam wawancara adalah ketika saya bertanya pada Bab VII\ntentang berapa jumlah dana desa di desa\nanda? Kepala desa langsung bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu,\nternyata yang diambil adalah RAB dana desa yang langsung diperlihatkan kepada\nsaya.<\/p>\n\n\n\n
Sayang nya saya tidak sempat mengambil gambar atau foto RAB\ntersebut karena terlalu asyik dalam wawancara tersebut<\/p>\n\n\n\n
Kontributor: Maida<\/strong><\/strong><\/p>\n","post_title":"Kepala Desaku Sangat Terbuka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kepala-desaku-sangat-terbuka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2020-10-05 04:17:08","post_modified_gmt":"2020-10-05 04:17:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/federasipekka.or.id\/kepala-desaku-sangat-terbuka\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":6317,"post_author":"4","post_date":"2020-10-02 00:41:28","post_date_gmt":"2020-10-02 00:41:28","post_content":"\nPada tanggal 22 Mei 2020, saya melanjutkan tugas setelah mengikuti pelatihan sebagai enumerator. Saya berkunjung ke Rumah Bapak Kepala Desa Balla\nSatanetean yang ada di Kota Mamasa dalam rangka berkonsultasi dan meminta izin untuk\nmelakukan survei dalam rangka Pemantauan Bansos selama masa Pandemi Covid 19 di\nDusun Batarirak Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Saya sebelumnya sudah\nberkunjung ke rumah Kepala Dusun Batarirak menyampaikan hal tersebut, tapi beliau\nmenyarankan untuk izin langsung ke Kepala Desa dan akhirnya saya pun\nmelanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Desa yang berada di Kota Mamasa. <\/p>\n\n\n\n
Setelah tiba di rumah Kades, ternyata beliau sudah dalam perjalanan menuju kantor desa sehingga berselisih jalan dan saya pun kembali lagi menuju Kantor Desa.<\/p>\n\n\n\n
Walaupun hujan saya terus bergerak demi ilmu yang saya dapat dari Pekka. Dan saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Kades. Saya berkonsultasi dan minta izin untuk melakukan pendataan pemantauan program Bansos Covid 19 Pekka, serta menyerahkan surat\ntugas pendataan kepada Pak Kades.<\/p>\n\n\n\n
Puji Tuhan, saya dikasih\nizin dan beliau berpesan jika ada warga yang tanya soal BLT Kemensos, Mama Nuar\n(Ibu Maryam) sampaikan kalau 2 atau 3 hari lagi dananya cair. <\/p>\n\n\n\n
Karena saat ini Pak Kades mengurus agar masyarakat boleh terima bantuannya di kantor desa, mengingat\ntransport ke kantor pos dan untuk menghindari keramaian. Ucapan terima kasih kepada Pak Kades dan pesan Bapak akan disampaikan, kata saya jika\nada masyarakat yang bertanya terkait hal itu.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya langsung\nmenuju tempat fotocopy<\/em> guna mengambil\nkuesioner yang sudah difotocopy oleh teman saya Ibu Seniwati serta menuju ke lapang\nuntuk mewawancara keluarga.<\/p>\n\n\n\nNarasumber yang pertama saya\ndata adalah Ibu Tasik Kaiyang berumur 49 tahun yang memiliki penyakit gangguan kejiwaan\n(disabilitas mental), tapi pada saat saya mendata beliau dalam keadaan sadar\/ sehat\nkarena jika penyakitnya kambuh semua orang dibencinya, ucapannya kasar dan melukai hati. Namun kami semua yang ada di kampung\/ Dusun Batarirak ini cukup memakluminya.<\/p>\n\n\n\n
Pekerjaannya sebagai penenun upahan\ndi saat sehat, tapi selama Pandemi Covid 19 kadang ada yang kasih upah\ntenunan dan kadang tidak ada. Karena orang yang biasa memberi dia upahan kerja menenun\npesanannya juga berkurang.<\/p>\n\n\n\n
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,\nIbu Tasik Kaiyang dibantu oleh anaknya dan bersyukur juga bisa mendapatkan\nbantuan Pemerintah Desa dari BLT - DD sebesar Rp600.000,- untuk bulan ini.<\/p>\n\n\n\n
Lanjut pada tanggal 26 Mei 2020, saya melanjutkan pendataan dengan\nmewawancarai narasumber yang bernama Ibu Silvaryanti. Ibu Silva\ntersebut mengatakan bahwa belum mendapatkan Bansos dari Pemerintah Desa, karena belum\nterdaftar di Dusun\/ Desa Balla Satanetean.<\/p>\n\n\n\n
Namun tetap bersyukur karena\ntelah mandapat bantuan dari tetangga dan \nkeluarga disaat kondisinya dalam proses pemulihan\/ kesembuhannya, pasca\nmelahirkan 16 hari yang lalu di Puskesmas Balla dan sangat\ndisayangkan bayinya tak bisa diselamatkan.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti dan Rionan\nmerupakan pasangan usia muda yang baru saja menikah di Gereja pada 21 Maret\n2020 yang dihadiri orang tua kedua belah pihak, 2 orang saksi, Bapak Pendeta GP\ndi Batarirak dan 2 orang Majelis Gereja; dengan usia 18 tahun.<\/p>\n\n\n\n
Ibu Silvaryanti menyadari dirinya bahwa selama ini tinggal berdua dengan neneknya, karena kedua orang\ntuanya merantau sejak dia kelas 3 SD.<\/p>\n\n\n\n
Pesta pernikahannya tidak diadakan seperti yang biasanya masyarakat lakukan, hanya ma\\'randang (tunangan) dan Nikah Gereja saja. Saya pun sampaikan kepada mereka agar segera\nmendaftar di Dusun dan Desa supaya bisa diperhatikan Pemerintah Desa, tapi kata\nsuaminya kami telah mendaftar di Messawa saja (di luar desa\/kecamatan), Kampung\nRionan Suami Silvaryanti, nanti setelah Silvaryanti sembuh kami akan pindah\nkesana. Tidak apa-apa jawab saya\nyang penting terdaftar di salah satu tempat supaya jelas keterangan domisili dan bisa\nurus kartu keluarga.<\/p>\n\n\n\n
Setelah itu saya konsultasikan ke Kadus kondisi Ibu Silvaryanti\nnamun Kadus juga ternyata telah mengusulkannya ke Kades katanya akan diberikan\nbantuan sembako dari desa. Saya sangat bersyukur, karena pemantauan saya di Dusun\nBatarirak ini selain dari PNS dan KAUR Desa, semua masyarakat yang layak\nmenerima telah mendapatkan bantuan Pemerintah seperti PKH ada 4 KK, BPNT (kartu sembako) ada 4 KK, BLT - DD 13 KK, BLT Kemensos\nada 9 KK dan artinya bantuan itu semuanya tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n
Setelah mendata beberapa\nwarga di dusun, saya lanjutkan dengan konsultasi dengan Faslap tentang benar\ndan tidaknya pengisian kuesioner guna perbaikan demi untuk kelancaran wawancara\nberikutnya. Setelah dinyatakan clear <\/em>dan benar isiannya, oleh Faslap saya mulai mengentri data kuesioner\nkeluarga di google form<\/em> yakni pada tanggal 2 Juni 2020.<\/p>\n\n\n\n