\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n
\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n
\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n
\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Semua kader Pekka yang hadir di pelatihan tersebut berkesempatan untuk praktik memfasilitasi. Ada yang percaya diri, ada yang masih grogi, dan ada juga yang lucu sehingga menghibur semua orang yang ada di sana. Dari pelatihan ini, semua kader yang hadir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kami tidak keberatan ketika dikritik dan diberi masukan, justru dari kritik tersebut dapat memacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Saya sangat senang bisa mendapat pelatihan untuk memfasilitasi materi ke kelompok-kelompok, di mana saya dilatih langsung oleh salah satu kader senior, Bu Parti, yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Parti sepuh<\/em> (bahasa Jawa dari kata \"tua\"). Dari beliau saya banyak belajar, karena Bu Parti merupakan seorang yang pintar, lembut, sabar, dan lucu, sehingga beliau disegani oleh kader-kader Pekka yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Semua kader Pekka yang hadir di pelatihan tersebut berkesempatan untuk praktik memfasilitasi. Ada yang percaya diri, ada yang masih grogi, dan ada juga yang lucu sehingga menghibur semua orang yang ada di sana. Dari pelatihan ini, semua kader yang hadir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kami tidak keberatan ketika dikritik dan diberi masukan, justru dari kritik tersebut dapat memacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Ada beberapa materi yang kami pelajari pada pelatihan kali ini, seperti pentingnya menabung, terutama menabung dalam bentuk barang; pengelolaan ekonomi rumah tangga; analisis SWOT atau Strength, Weakness, Opportunity, <\/em>dan Threat<\/em> untuk mendorong usaha di kelompok; sosialisasi terkait Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 13 Tahun 2020; Pekka Mart; Koperasi Pekka; serta ekonomi sirkuler.<\/p>\n\n\n\n

Saya sangat senang bisa mendapat pelatihan untuk memfasilitasi materi ke kelompok-kelompok, di mana saya dilatih langsung oleh salah satu kader senior, Bu Parti, yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Parti sepuh<\/em> (bahasa Jawa dari kata \"tua\"). Dari beliau saya banyak belajar, karena Bu Parti merupakan seorang yang pintar, lembut, sabar, dan lucu, sehingga beliau disegani oleh kader-kader Pekka yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Semua kader Pekka yang hadir di pelatihan tersebut berkesempatan untuk praktik memfasilitasi. Ada yang percaya diri, ada yang masih grogi, dan ada juga yang lucu sehingga menghibur semua orang yang ada di sana. Dari pelatihan ini, semua kader yang hadir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kami tidak keberatan ketika dikritik dan diberi masukan, justru dari kritik tersebut dapat memacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang yang merupakan kader Pekka Trenggalek di Kecamatan Pule dan Dongko, dan ada juga yang dari pengurus kelompok. Wilayah Kecamatan Pule diwakili oleh Desa Jombok, sementara dari wilayah Kecamatan Dongko diwakili oleh Desa Dongko, Desa Sumberbening, Desa Pandean, dan Desa Pringapus. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Bu Dhesi selaku konsultan dan juga fasilitator.<\/p>\n\n\n\n

Ada beberapa materi yang kami pelajari pada pelatihan kali ini, seperti pentingnya menabung, terutama menabung dalam bentuk barang; pengelolaan ekonomi rumah tangga; analisis SWOT atau Strength, Weakness, Opportunity, <\/em>dan Threat<\/em> untuk mendorong usaha di kelompok; sosialisasi terkait Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 13 Tahun 2020; Pekka Mart; Koperasi Pekka; serta ekonomi sirkuler.<\/p>\n\n\n\n

Saya sangat senang bisa mendapat pelatihan untuk memfasilitasi materi ke kelompok-kelompok, di mana saya dilatih langsung oleh salah satu kader senior, Bu Parti, yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Parti sepuh<\/em> (bahasa Jawa dari kata \"tua\"). Dari beliau saya banyak belajar, karena Bu Parti merupakan seorang yang pintar, lembut, sabar, dan lucu, sehingga beliau disegani oleh kader-kader Pekka yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Semua kader Pekka yang hadir di pelatihan tersebut berkesempatan untuk praktik memfasilitasi. Ada yang percaya diri, ada yang masih grogi, dan ada juga yang lucu sehingga menghibur semua orang yang ada di sana. Dari pelatihan ini, semua kader yang hadir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kami tidak keberatan ketika dikritik dan diberi masukan, justru dari kritik tersebut dapat memacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Pagi itu cukup cerah, secerah wajah ibu-ibu kader Pekka Trenggalek yang akan mengikuti pelatihan di hari itu, Jumat, 19 November 2021. Bertempat di rumah Bunda Nanik, yang kata teman-teman sudah seperti center Pekka Trenggalek, kami belajar bagaimana memfasilitasi materi ekonomi dan koperasi ke kelompok-kelompok Pekka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang yang merupakan kader Pekka Trenggalek di Kecamatan Pule dan Dongko, dan ada juga yang dari pengurus kelompok. Wilayah Kecamatan Pule diwakili oleh Desa Jombok, sementara dari wilayah Kecamatan Dongko diwakili oleh Desa Dongko, Desa Sumberbening, Desa Pandean, dan Desa Pringapus. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Bu Dhesi selaku konsultan dan juga fasilitator.<\/p>\n\n\n\n

Ada beberapa materi yang kami pelajari pada pelatihan kali ini, seperti pentingnya menabung, terutama menabung dalam bentuk barang; pengelolaan ekonomi rumah tangga; analisis SWOT atau Strength, Weakness, Opportunity, <\/em>dan Threat<\/em> untuk mendorong usaha di kelompok; sosialisasi terkait Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 13 Tahun 2020; Pekka Mart; Koperasi Pekka; serta ekonomi sirkuler.<\/p>\n\n\n\n

Saya sangat senang bisa mendapat pelatihan untuk memfasilitasi materi ke kelompok-kelompok, di mana saya dilatih langsung oleh salah satu kader senior, Bu Parti, yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Parti sepuh<\/em> (bahasa Jawa dari kata \"tua\"). Dari beliau saya banyak belajar, karena Bu Parti merupakan seorang yang pintar, lembut, sabar, dan lucu, sehingga beliau disegani oleh kader-kader Pekka yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Semua kader Pekka yang hadir di pelatihan tersebut berkesempatan untuk praktik memfasilitasi. Ada yang percaya diri, ada yang masih grogi, dan ada juga yang lucu sehingga menghibur semua orang yang ada di sana. Dari pelatihan ini, semua kader yang hadir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kami tidak keberatan ketika dikritik dan diberi masukan, justru dari kritik tersebut dapat memacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n
\"\"
Kegiatan Training of Trainer<\/em> di Pekka Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Pagi itu cukup cerah, secerah wajah ibu-ibu kader Pekka Trenggalek yang akan mengikuti pelatihan di hari itu, Jumat, 19 November 2021. Bertempat di rumah Bunda Nanik, yang kata teman-teman sudah seperti center Pekka Trenggalek, kami belajar bagaimana memfasilitasi materi ekonomi dan koperasi ke kelompok-kelompok Pekka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang yang merupakan kader Pekka Trenggalek di Kecamatan Pule dan Dongko, dan ada juga yang dari pengurus kelompok. Wilayah Kecamatan Pule diwakili oleh Desa Jombok, sementara dari wilayah Kecamatan Dongko diwakili oleh Desa Dongko, Desa Sumberbening, Desa Pandean, dan Desa Pringapus. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Bu Dhesi selaku konsultan dan juga fasilitator.<\/p>\n\n\n\n

Ada beberapa materi yang kami pelajari pada pelatihan kali ini, seperti pentingnya menabung, terutama menabung dalam bentuk barang; pengelolaan ekonomi rumah tangga; analisis SWOT atau Strength, Weakness, Opportunity, <\/em>dan Threat<\/em> untuk mendorong usaha di kelompok; sosialisasi terkait Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 13 Tahun 2020; Pekka Mart; Koperasi Pekka; serta ekonomi sirkuler.<\/p>\n\n\n\n

Saya sangat senang bisa mendapat pelatihan untuk memfasilitasi materi ke kelompok-kelompok, di mana saya dilatih langsung oleh salah satu kader senior, Bu Parti, yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Parti sepuh<\/em> (bahasa Jawa dari kata \"tua\"). Dari beliau saya banyak belajar, karena Bu Parti merupakan seorang yang pintar, lembut, sabar, dan lucu, sehingga beliau disegani oleh kader-kader Pekka yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Semua kader Pekka yang hadir di pelatihan tersebut berkesempatan untuk praktik memfasilitasi. Ada yang percaya diri, ada yang masih grogi, dan ada juga yang lucu sehingga menghibur semua orang yang ada di sana. Dari pelatihan ini, semua kader yang hadir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kami tidak keberatan ketika dikritik dan diberi masukan, justru dari kritik tersebut dapat memacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Tabungan Sapu Lidi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tabungan-sapu-lidi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-06-14 07:06:10","post_modified_gmt":"2022-06-14 07:06:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2016","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2001,"post_author":"4","post_date":"2022-05-30 07:50:37","post_date_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content":"\n

\"\"
Kegiatan Training of Trainer<\/em> di Pekka Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Pagi itu cukup cerah, secerah wajah ibu-ibu kader Pekka Trenggalek yang akan mengikuti pelatihan di hari itu, Jumat, 19 November 2021. Bertempat di rumah Bunda Nanik, yang kata teman-teman sudah seperti center Pekka Trenggalek, kami belajar bagaimana memfasilitasi materi ekonomi dan koperasi ke kelompok-kelompok Pekka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang yang merupakan kader Pekka Trenggalek di Kecamatan Pule dan Dongko, dan ada juga yang dari pengurus kelompok. Wilayah Kecamatan Pule diwakili oleh Desa Jombok, sementara dari wilayah Kecamatan Dongko diwakili oleh Desa Dongko, Desa Sumberbening, Desa Pandean, dan Desa Pringapus. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Bu Dhesi selaku konsultan dan juga fasilitator.<\/p>\n\n\n\n

Ada beberapa materi yang kami pelajari pada pelatihan kali ini, seperti pentingnya menabung, terutama menabung dalam bentuk barang; pengelolaan ekonomi rumah tangga; analisis SWOT atau Strength, Weakness, Opportunity, <\/em>dan Threat<\/em> untuk mendorong usaha di kelompok; sosialisasi terkait Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 13 Tahun 2020; Pekka Mart; Koperasi Pekka; serta ekonomi sirkuler.<\/p>\n\n\n\n

Saya sangat senang bisa mendapat pelatihan untuk memfasilitasi materi ke kelompok-kelompok, di mana saya dilatih langsung oleh salah satu kader senior, Bu Parti, yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Parti sepuh<\/em> (bahasa Jawa dari kata \"tua\"). Dari beliau saya banyak belajar, karena Bu Parti merupakan seorang yang pintar, lembut, sabar, dan lucu, sehingga beliau disegani oleh kader-kader Pekka yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Semua kader Pekka yang hadir di pelatihan tersebut berkesempatan untuk praktik memfasilitasi. Ada yang percaya diri, ada yang masih grogi, dan ada juga yang lucu sehingga menghibur semua orang yang ada di sana. Dari pelatihan ini, semua kader yang hadir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kami tidak keberatan ketika dikritik dan diberi masukan, justru dari kritik tersebut dapat memacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Penulis: Misti, Kader JWP Pacitan<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Tabungan Sapu Lidi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tabungan-sapu-lidi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-06-14 07:06:10","post_modified_gmt":"2022-06-14 07:06:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2016","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2001,"post_author":"4","post_date":"2022-05-30 07:50:37","post_date_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content":"\n

\"\"
Kegiatan Training of Trainer<\/em> di Pekka Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Pagi itu cukup cerah, secerah wajah ibu-ibu kader Pekka Trenggalek yang akan mengikuti pelatihan di hari itu, Jumat, 19 November 2021. Bertempat di rumah Bunda Nanik, yang kata teman-teman sudah seperti center Pekka Trenggalek, kami belajar bagaimana memfasilitasi materi ekonomi dan koperasi ke kelompok-kelompok Pekka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang yang merupakan kader Pekka Trenggalek di Kecamatan Pule dan Dongko, dan ada juga yang dari pengurus kelompok. Wilayah Kecamatan Pule diwakili oleh Desa Jombok, sementara dari wilayah Kecamatan Dongko diwakili oleh Desa Dongko, Desa Sumberbening, Desa Pandean, dan Desa Pringapus. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Bu Dhesi selaku konsultan dan juga fasilitator.<\/p>\n\n\n\n

Ada beberapa materi yang kami pelajari pada pelatihan kali ini, seperti pentingnya menabung, terutama menabung dalam bentuk barang; pengelolaan ekonomi rumah tangga; analisis SWOT atau Strength, Weakness, Opportunity, <\/em>dan Threat<\/em> untuk mendorong usaha di kelompok; sosialisasi terkait Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 13 Tahun 2020; Pekka Mart; Koperasi Pekka; serta ekonomi sirkuler.<\/p>\n\n\n\n

Saya sangat senang bisa mendapat pelatihan untuk memfasilitasi materi ke kelompok-kelompok, di mana saya dilatih langsung oleh salah satu kader senior, Bu Parti, yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Parti sepuh<\/em> (bahasa Jawa dari kata \"tua\"). Dari beliau saya banyak belajar, karena Bu Parti merupakan seorang yang pintar, lembut, sabar, dan lucu, sehingga beliau disegani oleh kader-kader Pekka yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Semua kader Pekka yang hadir di pelatihan tersebut berkesempatan untuk praktik memfasilitasi. Ada yang percaya diri, ada yang masih grogi, dan ada juga yang lucu sehingga menghibur semua orang yang ada di sana. Dari pelatihan ini, semua kader yang hadir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kami tidak keberatan ketika dikritik dan diberi masukan, justru dari kritik tersebut dapat memacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Setiap sapu lidi yang ditabung dihargai sebesar Rp2.000,00. Pada setiap pertemuan, biasanya masing-masing anggota membawa dua buah sapu lidi hasil buatannya sendiri. Namun karena pertemuan kelompok kali ini cukup mendadak, maka para anggota tidak sempat membuat sapu lidi. Selain membuat sapu lidi, para anggota juga sesekali membuat kemoceng bersama dari sabut kelapa atau membuat barang kerajinan lainnya saat pertemuan kelompok, dan hasil kerajinannya akan dibeli sendiri oleh anggota atau dijual ke pasar.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Misti, Kader JWP Pacitan<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Tabungan Sapu Lidi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tabungan-sapu-lidi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-06-14 07:06:10","post_modified_gmt":"2022-06-14 07:06:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2016","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2001,"post_author":"4","post_date":"2022-05-30 07:50:37","post_date_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content":"\n

\"\"
Kegiatan Training of Trainer<\/em> di Pekka Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Pagi itu cukup cerah, secerah wajah ibu-ibu kader Pekka Trenggalek yang akan mengikuti pelatihan di hari itu, Jumat, 19 November 2021. Bertempat di rumah Bunda Nanik, yang kata teman-teman sudah seperti center Pekka Trenggalek, kami belajar bagaimana memfasilitasi materi ekonomi dan koperasi ke kelompok-kelompok Pekka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang yang merupakan kader Pekka Trenggalek di Kecamatan Pule dan Dongko, dan ada juga yang dari pengurus kelompok. Wilayah Kecamatan Pule diwakili oleh Desa Jombok, sementara dari wilayah Kecamatan Dongko diwakili oleh Desa Dongko, Desa Sumberbening, Desa Pandean, dan Desa Pringapus. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Bu Dhesi selaku konsultan dan juga fasilitator.<\/p>\n\n\n\n

Ada beberapa materi yang kami pelajari pada pelatihan kali ini, seperti pentingnya menabung, terutama menabung dalam bentuk barang; pengelolaan ekonomi rumah tangga; analisis SWOT atau Strength, Weakness, Opportunity, <\/em>dan Threat<\/em> untuk mendorong usaha di kelompok; sosialisasi terkait Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 13 Tahun 2020; Pekka Mart; Koperasi Pekka; serta ekonomi sirkuler.<\/p>\n\n\n\n

Saya sangat senang bisa mendapat pelatihan untuk memfasilitasi materi ke kelompok-kelompok, di mana saya dilatih langsung oleh salah satu kader senior, Bu Parti, yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Parti sepuh<\/em> (bahasa Jawa dari kata \"tua\"). Dari beliau saya banyak belajar, karena Bu Parti merupakan seorang yang pintar, lembut, sabar, dan lucu, sehingga beliau disegani oleh kader-kader Pekka yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Semua kader Pekka yang hadir di pelatihan tersebut berkesempatan untuk praktik memfasilitasi. Ada yang percaya diri, ada yang masih grogi, dan ada juga yang lucu sehingga menghibur semua orang yang ada di sana. Dari pelatihan ini, semua kader yang hadir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kami tidak keberatan ketika dikritik dan diberi masukan, justru dari kritik tersebut dapat memacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

 Saat ini, gerakan ekonomi sedang menjadi salah satu fokus utama PEKKA. Dalam upaya menyukseskan hal tersebut, Kelompok Pekka di Dusun Krajan menggalakkan tabungan berupa sapu lidi. Alasan pemilihan sapu lidi dalam tabungan ini disepakati atas dasar melimpahnya bahan pembuat sapu lidi. Desa Wonoanti sendiri terkenal sebagai penghasil gula merah dan gula semut, yang mana bahan baku utama pembuatannya berasal dari pohon kelapa. Namun sayangnya, selama ini banyak warga yang hanya mengambil buahnya dan masih belum memanfaatkan bagian-bagian lainnya yang juga berpotensi, misalnya daun kelapa. Terkadang daun kelapa yang jatuh hanya dibiarkan berserakan atau digunakan sebagai kayu bakar, agar tidak terbuang sia-sia, maka muncullah inisiatif untuk membuat tabungan sapu lidi.<\/p>\n\n\n\n

Setiap sapu lidi yang ditabung dihargai sebesar Rp2.000,00. Pada setiap pertemuan, biasanya masing-masing anggota membawa dua buah sapu lidi hasil buatannya sendiri. Namun karena pertemuan kelompok kali ini cukup mendadak, maka para anggota tidak sempat membuat sapu lidi. Selain membuat sapu lidi, para anggota juga sesekali membuat kemoceng bersama dari sabut kelapa atau membuat barang kerajinan lainnya saat pertemuan kelompok, dan hasil kerajinannya akan dibeli sendiri oleh anggota atau dijual ke pasar.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Misti, Kader JWP Pacitan<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Tabungan Sapu Lidi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tabungan-sapu-lidi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-06-14 07:06:10","post_modified_gmt":"2022-06-14 07:06:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2016","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2001,"post_author":"4","post_date":"2022-05-30 07:50:37","post_date_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content":"\n

\"\"
Kegiatan Training of Trainer<\/em> di Pekka Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Pagi itu cukup cerah, secerah wajah ibu-ibu kader Pekka Trenggalek yang akan mengikuti pelatihan di hari itu, Jumat, 19 November 2021. Bertempat di rumah Bunda Nanik, yang kata teman-teman sudah seperti center Pekka Trenggalek, kami belajar bagaimana memfasilitasi materi ekonomi dan koperasi ke kelompok-kelompok Pekka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang yang merupakan kader Pekka Trenggalek di Kecamatan Pule dan Dongko, dan ada juga yang dari pengurus kelompok. Wilayah Kecamatan Pule diwakili oleh Desa Jombok, sementara dari wilayah Kecamatan Dongko diwakili oleh Desa Dongko, Desa Sumberbening, Desa Pandean, dan Desa Pringapus. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Bu Dhesi selaku konsultan dan juga fasilitator.<\/p>\n\n\n\n

Ada beberapa materi yang kami pelajari pada pelatihan kali ini, seperti pentingnya menabung, terutama menabung dalam bentuk barang; pengelolaan ekonomi rumah tangga; analisis SWOT atau Strength, Weakness, Opportunity, <\/em>dan Threat<\/em> untuk mendorong usaha di kelompok; sosialisasi terkait Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 13 Tahun 2020; Pekka Mart; Koperasi Pekka; serta ekonomi sirkuler.<\/p>\n\n\n\n

Saya sangat senang bisa mendapat pelatihan untuk memfasilitasi materi ke kelompok-kelompok, di mana saya dilatih langsung oleh salah satu kader senior, Bu Parti, yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Parti sepuh<\/em> (bahasa Jawa dari kata \"tua\"). Dari beliau saya banyak belajar, karena Bu Parti merupakan seorang yang pintar, lembut, sabar, dan lucu, sehingga beliau disegani oleh kader-kader Pekka yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Semua kader Pekka yang hadir di pelatihan tersebut berkesempatan untuk praktik memfasilitasi. Ada yang percaya diri, ada yang masih grogi, dan ada juga yang lucu sehingga menghibur semua orang yang ada di sana. Dari pelatihan ini, semua kader yang hadir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kami tidak keberatan ketika dikritik dan diberi masukan, justru dari kritik tersebut dapat memacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n

Sabtu, 25 September 2021 diadakan pertemuan kelompok Pekka di Dusun Krajan, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan yang dihadiri oleh 20 orang. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang praktik memfasilitasi bagi para kader Pekka setelah beberapa waktu lalu belajar memfasilitasi diskusi ekonomi. Kali ini, Mbak Sunarti dan Mbak Watik, Kader Pekka dari Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan menjelaskan tentang pentingnya menabung. Peserta yang hadir terlihat sangat antusias dan bersemangat mengikuti pertemuan kali ini, mengingat ini merupakan pertemuan pertama sejak munculnya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 lalu. Para peserta pertemuan juga sangat senang dengan hadirnya Ibu Dhesi, konsultan Akademi Paradigta Indonesia (API) yang berkenan membagikan pengalamannya selama mendampingi kelompok-kelompok Pekka di berbagai wilayah.<\/p>\n\n\n\n

 Saat ini, gerakan ekonomi sedang menjadi salah satu fokus utama PEKKA. Dalam upaya menyukseskan hal tersebut, Kelompok Pekka di Dusun Krajan menggalakkan tabungan berupa sapu lidi. Alasan pemilihan sapu lidi dalam tabungan ini disepakati atas dasar melimpahnya bahan pembuat sapu lidi. Desa Wonoanti sendiri terkenal sebagai penghasil gula merah dan gula semut, yang mana bahan baku utama pembuatannya berasal dari pohon kelapa. Namun sayangnya, selama ini banyak warga yang hanya mengambil buahnya dan masih belum memanfaatkan bagian-bagian lainnya yang juga berpotensi, misalnya daun kelapa. Terkadang daun kelapa yang jatuh hanya dibiarkan berserakan atau digunakan sebagai kayu bakar, agar tidak terbuang sia-sia, maka muncullah inisiatif untuk membuat tabungan sapu lidi.<\/p>\n\n\n\n

Setiap sapu lidi yang ditabung dihargai sebesar Rp2.000,00. Pada setiap pertemuan, biasanya masing-masing anggota membawa dua buah sapu lidi hasil buatannya sendiri. Namun karena pertemuan kelompok kali ini cukup mendadak, maka para anggota tidak sempat membuat sapu lidi. Selain membuat sapu lidi, para anggota juga sesekali membuat kemoceng bersama dari sabut kelapa atau membuat barang kerajinan lainnya saat pertemuan kelompok, dan hasil kerajinannya akan dibeli sendiri oleh anggota atau dijual ke pasar.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Misti, Kader JWP Pacitan<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Tabungan Sapu Lidi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tabungan-sapu-lidi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-06-14 07:06:10","post_modified_gmt":"2022-06-14 07:06:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2016","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2001,"post_author":"4","post_date":"2022-05-30 07:50:37","post_date_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content":"\n

\"\"
Kegiatan Training of Trainer<\/em> di Pekka Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Pagi itu cukup cerah, secerah wajah ibu-ibu kader Pekka Trenggalek yang akan mengikuti pelatihan di hari itu, Jumat, 19 November 2021. Bertempat di rumah Bunda Nanik, yang kata teman-teman sudah seperti center Pekka Trenggalek, kami belajar bagaimana memfasilitasi materi ekonomi dan koperasi ke kelompok-kelompok Pekka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang yang merupakan kader Pekka Trenggalek di Kecamatan Pule dan Dongko, dan ada juga yang dari pengurus kelompok. Wilayah Kecamatan Pule diwakili oleh Desa Jombok, sementara dari wilayah Kecamatan Dongko diwakili oleh Desa Dongko, Desa Sumberbening, Desa Pandean, dan Desa Pringapus. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Bu Dhesi selaku konsultan dan juga fasilitator.<\/p>\n\n\n\n

Ada beberapa materi yang kami pelajari pada pelatihan kali ini, seperti pentingnya menabung, terutama menabung dalam bentuk barang; pengelolaan ekonomi rumah tangga; analisis SWOT atau Strength, Weakness, Opportunity, <\/em>dan Threat<\/em> untuk mendorong usaha di kelompok; sosialisasi terkait Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 13 Tahun 2020; Pekka Mart; Koperasi Pekka; serta ekonomi sirkuler.<\/p>\n\n\n\n

Saya sangat senang bisa mendapat pelatihan untuk memfasilitasi materi ke kelompok-kelompok, di mana saya dilatih langsung oleh salah satu kader senior, Bu Parti, yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Parti sepuh<\/em> (bahasa Jawa dari kata \"tua\"). Dari beliau saya banyak belajar, karena Bu Parti merupakan seorang yang pintar, lembut, sabar, dan lucu, sehingga beliau disegani oleh kader-kader Pekka yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Semua kader Pekka yang hadir di pelatihan tersebut berkesempatan untuk praktik memfasilitasi. Ada yang percaya diri, ada yang masih grogi, dan ada juga yang lucu sehingga menghibur semua orang yang ada di sana. Dari pelatihan ini, semua kader yang hadir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kami tidak keberatan ketika dikritik dan diberi masukan, justru dari kritik tersebut dapat memacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
\n
\"\"
Pertemuan Kelompok Pekka di Dusun Krajan, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sabtu, 25 September 2021 diadakan pertemuan kelompok Pekka di Dusun Krajan, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan yang dihadiri oleh 20 orang. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang praktik memfasilitasi bagi para kader Pekka setelah beberapa waktu lalu belajar memfasilitasi diskusi ekonomi. Kali ini, Mbak Sunarti dan Mbak Watik, Kader Pekka dari Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan menjelaskan tentang pentingnya menabung. Peserta yang hadir terlihat sangat antusias dan bersemangat mengikuti pertemuan kali ini, mengingat ini merupakan pertemuan pertama sejak munculnya pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 lalu. Para peserta pertemuan juga sangat senang dengan hadirnya Ibu Dhesi, konsultan Akademi Paradigta Indonesia (API) yang berkenan membagikan pengalamannya selama mendampingi kelompok-kelompok Pekka di berbagai wilayah.<\/p>\n\n\n\n

 Saat ini, gerakan ekonomi sedang menjadi salah satu fokus utama PEKKA. Dalam upaya menyukseskan hal tersebut, Kelompok Pekka di Dusun Krajan menggalakkan tabungan berupa sapu lidi. Alasan pemilihan sapu lidi dalam tabungan ini disepakati atas dasar melimpahnya bahan pembuat sapu lidi. Desa Wonoanti sendiri terkenal sebagai penghasil gula merah dan gula semut, yang mana bahan baku utama pembuatannya berasal dari pohon kelapa. Namun sayangnya, selama ini banyak warga yang hanya mengambil buahnya dan masih belum memanfaatkan bagian-bagian lainnya yang juga berpotensi, misalnya daun kelapa. Terkadang daun kelapa yang jatuh hanya dibiarkan berserakan atau digunakan sebagai kayu bakar, agar tidak terbuang sia-sia, maka muncullah inisiatif untuk membuat tabungan sapu lidi.<\/p>\n\n\n\n

Setiap sapu lidi yang ditabung dihargai sebesar Rp2.000,00. Pada setiap pertemuan, biasanya masing-masing anggota membawa dua buah sapu lidi hasil buatannya sendiri. Namun karena pertemuan kelompok kali ini cukup mendadak, maka para anggota tidak sempat membuat sapu lidi. Selain membuat sapu lidi, para anggota juga sesekali membuat kemoceng bersama dari sabut kelapa atau membuat barang kerajinan lainnya saat pertemuan kelompok, dan hasil kerajinannya akan dibeli sendiri oleh anggota atau dijual ke pasar.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Misti, Kader JWP Pacitan<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Tabungan Sapu Lidi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tabungan-sapu-lidi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-06-14 07:06:10","post_modified_gmt":"2022-06-14 07:06:10","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2016","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2001,"post_author":"4","post_date":"2022-05-30 07:50:37","post_date_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content":"\n

\"\"
Kegiatan Training of Trainer<\/em> di Pekka Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Pagi itu cukup cerah, secerah wajah ibu-ibu kader Pekka Trenggalek yang akan mengikuti pelatihan di hari itu, Jumat, 19 November 2021. Bertempat di rumah Bunda Nanik, yang kata teman-teman sudah seperti center Pekka Trenggalek, kami belajar bagaimana memfasilitasi materi ekonomi dan koperasi ke kelompok-kelompok Pekka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang yang merupakan kader Pekka Trenggalek di Kecamatan Pule dan Dongko, dan ada juga yang dari pengurus kelompok. Wilayah Kecamatan Pule diwakili oleh Desa Jombok, sementara dari wilayah Kecamatan Dongko diwakili oleh Desa Dongko, Desa Sumberbening, Desa Pandean, dan Desa Pringapus. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Bu Dhesi selaku konsultan dan juga fasilitator.<\/p>\n\n\n\n

Ada beberapa materi yang kami pelajari pada pelatihan kali ini, seperti pentingnya menabung, terutama menabung dalam bentuk barang; pengelolaan ekonomi rumah tangga; analisis SWOT atau Strength, Weakness, Opportunity, <\/em>dan Threat<\/em> untuk mendorong usaha di kelompok; sosialisasi terkait Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendes) Nomor 13 Tahun 2020; Pekka Mart; Koperasi Pekka; serta ekonomi sirkuler.<\/p>\n\n\n\n

Saya sangat senang bisa mendapat pelatihan untuk memfasilitasi materi ke kelompok-kelompok, di mana saya dilatih langsung oleh salah satu kader senior, Bu Parti, yang lebih dikenal dengan panggilan Bu Parti sepuh<\/em> (bahasa Jawa dari kata \"tua\"). Dari beliau saya banyak belajar, karena Bu Parti merupakan seorang yang pintar, lembut, sabar, dan lucu, sehingga beliau disegani oleh kader-kader Pekka yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Semua kader Pekka yang hadir di pelatihan tersebut berkesempatan untuk praktik memfasilitasi. Ada yang percaya diri, ada yang masih grogi, dan ada juga yang lucu sehingga menghibur semua orang yang ada di sana. Dari pelatihan ini, semua kader yang hadir memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun kami tidak keberatan ketika dikritik dan diberi masukan, justru dari kritik tersebut dapat memacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini diadakan agar para kader Pekka dapat lebih terampil dalam memberikan materi atau memfasilitasi di kelompok. Setelah mengikuti pelatihan ini, semua kader diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka dapat di pelatihan di kelompoknya masing-masing dan di kelompok-kelompok terdekat. Semoga nantinya saya bisa semakin mahir dalam memfasilitasi, sehingga kelompok yang saya fasilitasi bisa mendapat tambahan pengetahuan. Terima kasih, PEKKA. Sejak bergabung menjadi anggota Pekka, pengetahuan dan wawasan saya semakin bertambah.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Rois, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Training of Trainer untuk Memfasilitasi Kegiatan Penguatan Ekonomi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"training-of-trainer-untuk-memfasilitasi-kegiatan-penguatan-ekonomi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-30 07:50:37","post_modified_gmt":"2022-05-30 07:50:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=2001","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1997,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 04:14:26","post_date_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content":"\n

\"\"
Kue Basah Hasil Pelatihan di Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Sebelum bergabung di kelompok Pekka, Ibu Sundari tidak memiliki semangat untuk berkreasi dalam mengembangkan kreativitasnya. Kehidupan sehari-harinya diisi dengan mengurus keluarga. Rabu, 10 November 2021 lalu, datang kader Pekka ke Kelompok Anggrek Desa Pringapus, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek untuk memberikan pelatihan membuat kue basah. Selain memberi pelatihan, kader Pekka tersebut juga memberi semangat untuk terus menghidupkan kelompok dengan melakukan kegiatan yang memang dimininati oleh kelompoknya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal ilmu baru dan semangat untuk terus maju, Ibu Sundari kemudian berinisiatif untuk mencoba-coba resep kue yang pernah dipraktikkan saat pelatihan beberapa waktu lalu. Semakin sering ia mencoba, semakin ia tahu takaran-takaran yang sesuai ketika membuat kue, sehingga menjadikan kue tersebut mempunyai cita rasa yang lezat. <\/p>\n\n\n\n

Kini, Ibu Sundari sudah mampu melayani pesanan kue dan jajanan pasar dari masyarakat, baik pesanan untuk hajatan, pengajian rutin, dan acara-acara lainnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSenang sekali karena akhirnya berhasil menambah penghasilan keluarga dari keterampilan membuat kue yang diberikan oleh kader Pekka<\/em>\u201d, ucap Ibu Sundari sambil tersipu.<\/p>\n\n\n\n

Selain memperbaiki ekonomi keluarga, Ibu Sundari juga tak lupa menyisihkan sedikit keuntungan yang diperolehnya untuk menambah uang kas di Kelompok Anggrek, kelompok Pekka tempat ia bernaung. Anggota Kelompok Anggrek Desa Pringapus juga berharap semoga nantinya mereka akan mendapatkan pelatihan-pelatihan lain dari Yayasan PEKKA melalui kader-kader Pekka, agar lebih banyak lagi anggota Pekka yang mendapat manfaat atas adanya kelompok Pekka, dan agar mereka juga dapat meningkatkan penghasilan dan ekonomi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Parti, Anggota Kelompok Anggrek, Desa Pringapus<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Kehadiran Kader Pekka di Kelompok Anggrek Desa Pringapus","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kehadiran-kader-pekka-di-kelompok-anggrek-desa-pringapus","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 04:14:26","post_modified_gmt":"2022-05-19 04:14:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1997","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1994,"post_author":"4","post_date":"2022-05-19 03:05:37","post_date_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content":"\n

\"\"
Praktik Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Kami perwakilan dari Pekka Kabupaten Trenggalek ingin menceritakan apa yang kami peroleh selama mengikuti Kelas BISA KITA atau Bisnis Berbasis Komunitas yang diselenggarakan oleh Yayasan PEKKA. Kami mengikuti kelas online <\/em>secara bersama-sama karena dengan kebersamaan, kami akan merasa lebih semangat.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi pertama, kami mendapat pengetahuan tentang ekonomi sirkular, yaitu ekonomi yang berfokus pada reducing <\/em>(mengurangi), reusing <\/em>(menggunakan kembali), dan recycling <\/em>(mendaur ulang), sehingga produksi sampah dapat berkurang dan sekaligus dapat mendukung serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Ada beberapa manfaat bagi kami setelah mengikuti Kelas BISA KITA, diantaranya kami jadi tahu apa itu ekonomi sirkular dan bagaimana melaksanakan dan mempraktikkannya di kehidupan sehari-hari, serta materi yang kami dapat di kelas dapat kami jadikan sebagai bahan diskusi di kelompok kami.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi berikutnya, kami mendapat bimbingan dari Paguyuban Eco Sae Migunani, salah satu narasumber di Kelas BISA KITA terkait cara memilah sampah organik dan anorganik. Dari sesi tersebut, kami jadi tahu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu membuang sampah pada tempatnya, serta tata cara mengelola sampah yang benar. Selain itu, dengan berdirinya Bank Sampah yang juga sejalan dengan program di desa kami, Desa Dongko, tentunya akan sangat mendukung kami dalam mengelola sampah.<\/p>\n\n\n\n

Pada sesi lain yang juga dibawakan oleh Paguyuban Eco Sae Migunani, kami belajar cara membuat pupuk kompos dari sampah organik, di mana kami juga menerapkan prinsip tiga langkah, yaitu cegah, pilah, dan olah. Pada sesi tersebut, kami, anggota Pekka Kabupaten Trenggalek diajari bagaimana cara memilah sampah. Sampah-sampah yang ada harus dipisah antara yang organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah organik akan dibuat menjadi kompos dan yang anorganik akan dikirim ke Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n

Di sesi keempat, kami mendapatkan ilmu baru terkait pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah. Setelah kelas selesai, kami mempraktikkan ilmu tersebut bersama kader Pekka Kabupaten Trenggalek yang lain. Kelas BISA KITA ini berlangsung selama kurang lebih 8 kali pertemuan dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang merupakan anggota Pekka dari 23 kabupaten di Indonesia. Kami merasa sangat senang dan bangga karena berkesempatan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari Kelas BISA KITA. Terima kasih untuk Yayasan PEKKA yang telah menyelenggarakan Kelas BISA KITA ini. Kami akan berupaya untuk menerapkan dan mempraktikkan apa yang telah Yayasan PEKKA ajarkan ke kelompok-kelompok Pekka di Kabupaten Trenggalek dan lingkungan sekitar tempat tinggal kami.<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Sulistyani, Kader Pekka Kabupaten Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Bangga Belajar di Kelas BISA KITA","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bangga-belajar-di-kelas-bisa-kita","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-05-19 03:05:37","post_modified_gmt":"2022-05-19 03:05:37","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1994","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1989,"post_author":"4","post_date":"2022-04-18 04:18:56","post_date_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content":"\n

\"\"
Pelatihan Membuat Kue Cenil di Kelompok Pekka Lestari, Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n\n\n\n

Lestari alamku, lestari desaku, di mana ibuku menitipkan aku\u2026<\/em><\/p>\n\n\n\n

Penggalan lirik lagu tersebut telah menginspirasi nama bagi kami, Kelompok Pekka Lestari.<\/p>\n\n\n\n

Dari rumahku, jarak ke rumah anggota Pekka yang rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan kelompok kurang lebih sekitar 4 kilometer. Berawal dari rumah temanku yang juga seorang kader Pekka, Susan, kelompok yang awalnya hanya beranggotakan belasan orang, kini semakin bertambah jumlahnya hingga mencapai 26 orang.<\/p>\n\n\n\n

Senin, 8 November 2021, kami, 20 anggota Kelompok Pekka Lestari merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti pelatihan membuat kue basah. Salah satu kue basah yang dibuat pada pelatihan tersebut adalah cenil, kue basah favoritku yang sangat terkenal sebagai primadona jajanan pasar, yang berbahan dasar tepung tapioka.<\/p>\n\n\n\n

Kami mengundang Ibu Nanik dan Ibu Titin dari Desa Dongko yang sudah berpengalaman dalam membuat aneka kue sebagai narasumber untuk melatih kami. Kue cenil yang nampaknya sangat sederhana ini ternyata membutuhkan trik tertentu yang tidak mudah dalam pembuatannya. Oleh karena itu, kami mengundang mereka berdua yang juga kader Pekka untuk membagikan ilmunya dalam membuat kue basah kepada  kami.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan ini juga semakin mempererat kebersamaan kami karena adanya sistem bagi tugas yang diterapkan oleh para narasumber. Pada prosesnya, kami dibagi menjadi beberapa tim kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang bertugas untuk mengaduk adonan, ada yang membentuk adonan menjadi bola-bola kecil, ada yang membuat juruh<\/em> (bahasa Jawa dari cairan kental yang terbuat dari gula jawa), dan ada juga yang merebus adonan kue yang sudah dibentuk. Selain dapat mempererat kebersamaan kami, sistem bagi tugas tersebut juga membuat proses pembuatan kue basahnya menjadi lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n

Dengan sabar, Ibu Nanik dan Ibu Titin melatih kami hingga kami mendapat hasil yang maksimal, sehingga diperoleh kue cenil dengan rasa yang mantap. Saking senang dan bangganya, kami juga menyisihkan beberapa piring berisi kue cenil yang dibawa Susan dan beberapa anggota Kelompok Pekka Lestari ke Balai Desa Sumberbening untuk dibagikan ke Bapak Suyanto, Kepala Desa (Kades) Sumberbening dan teman-teman perangkat desa.<\/p>\n\n\n\n

Hari itu, kami merasa bangga karena Ibu Sumini, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perempuan, yang juga berstatus sebagai perempuan kepala keluarga, menyatakan ingin bergabung menjadi anggota Pekka. Demikian juga Ibu Kades yang ingin secara langsung mengetahui kegiatan-kegiatan di Komunitas Pekka Desa Sumberbening.<\/p>\n\n\n\n

Ibu Sumini mengumumkan bahwa pembiayaan pelatihan di hari itu menggunakan dana desa yang memang dikhususkan untuk peningkatan kapasitas kelompok Pekka. Sisa anggaran dana desa bagi kelompok Pekka akan dibagikan secara adil kepada 5 kelompok Pekka di Desa Sumberbening, yakni Kelompok Mangga, Kelompok Sakura, Kelompok Lestari 1, Kelompok Lestari 2, dan Kelompok Bugenvil. Anggaran dana desa yang digelontorkan untuk mengadakan pelatihan ini adalah sebesar Rp4.500.000,- dan masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp2.500.000,- yang kemudian akan dibagikan kepada 5 kelompok tersebut, sehingga masing-masing kelompok akan mendapatkan dana bantuan untuk peningkatan kapasitas kelompok sebesar Rp500.000,-. <\/p>\n\n\n\n

Sebenarnya, masih ada sisa anggaran lainnya, namun kami memutuskan untuk memasukkannya ke kas Komunitas Pekka Desa Sumberbening jikalau sewaktu-waktu kami membutuhkannya. Dengan mengetahui bahwa kegiatan pelatihan kami dibiayai oleh dana desa, tentu hal tersebut semakin menambah semangat kelompok kami dan juga kelompok lain yang tergabung dalam Komunitas Pekka Desa Sumberbening untuk berkegiatan. Hal itu terpancar dari senyum dan ucapan syukur kami atas perhatian dari Pemerintah Desa kami. Kami juga semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas hasil produk khas desa kami, yakni kripik bothe<\/em> (talas).<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Mila, Kader Pekka Trenggalek<\/p>\n\n\n\n

Editor: Capella Latief<\/p>\n","post_title":"Berkat Doa dan Usaha Kami","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berkat-doa-dan-usaha-kami","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-04-18 04:18:56","post_modified_gmt":"2022-04-18 04:18:56","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1989","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 2 of 11 1 2 3 11
Page 2 of 11 1 2 3 11