\n

Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 3 of 11 1 2 3 4 11
\n

Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 3 of 11 1 2 3 4 11
\n

Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 3 of 11 1 2 3 4 11
\n

Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 3 of 11 1 2 3 4 11
\n

Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 3 of 11 1 2 3 4 11
\n

Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 3 of 11 1 2 3 4 11
\n

Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 3 of 11 1 2 3 4 11
\n

Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 3 of 11 1 2 3 4 11
\n

Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 3 of 11 1 2 3 4 11
\n

Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 3 of 11 1 2 3 4 11
\n

Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

Page 3 of 11 1 2 3 4 11
\n
  1. Pembukaan<\/li>
  2. Doa<\/li>
  3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
  4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
  5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
  6. Presentase Program Power Up<\/li>
  7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
  8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

    Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

    Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

    Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

    Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

    Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

    Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

    Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

    Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

    Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

    Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

    Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

    Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

    Page 3 of 11 1 2 3 4 11
    \n

    Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

    1. Pembukaan<\/li>
    2. Doa<\/li>
    3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
    4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
    5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
    6. Presentase Program Power Up<\/li>
    7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
    8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

      Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

      Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

      Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

      Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

      Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

      Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

      Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

      Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

      Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

      Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

      Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

      Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

      Page 3 of 11 1 2 3 4 11
      \n

      13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

      Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

      1. Pembukaan<\/li>
      2. Doa<\/li>
      3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
      4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
      5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
      6. Presentase Program Power Up<\/li>
      7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
      8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

        Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

        Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

        Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

        Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

        Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

        Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

        Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

        Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

        Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

        Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

        Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

        Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

        Page 3 of 11 1 2 3 4 11
        \n

        12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

        13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

        Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

        1. Pembukaan<\/li>
        2. Doa<\/li>
        3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
        4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
        5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
        6. Presentase Program Power Up<\/li>
        7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
        8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

          Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

          Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

          Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

          Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

          Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

          Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

          Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

          Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

          Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

          Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

          Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

          Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

          Page 3 of 11 1 2 3 4 11
          \n

          11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

          12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

          13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

          Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

          1. Pembukaan<\/li>
          2. Doa<\/li>
          3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
          4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
          5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
          6. Presentase Program Power Up<\/li>
          7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
          8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

            Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

            Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

            Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

            Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

            Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

            Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

            Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

            Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

            Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

            Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

            Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

            Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

            Page 3 of 11 1 2 3 4 11
            \n

            10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

            11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

            12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

            13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

            Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

            1. Pembukaan<\/li>
            2. Doa<\/li>
            3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
            4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
            5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
            6. Presentase Program Power Up<\/li>
            7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
            8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

              Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

              Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

              Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

              Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

              Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

              Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

              Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

              Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

              Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

              Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

              Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

              Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

              Page 3 of 11 1 2 3 4 11
              \n

              9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

              10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

              11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

              12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

              13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

              Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

              1. Pembukaan<\/li>
              2. Doa<\/li>
              3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
              4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
              5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
              6. Presentase Program Power Up<\/li>
              7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
              8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                \n

                8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                1. Pembukaan<\/li>
                2. Doa<\/li>
                3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                6. Presentase Program Power Up<\/li>
                7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                  Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                  Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                  Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                  Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                  Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                  Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                  Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                  Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                  Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                  Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                  Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                  Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                  Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                  \n

                  7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                  8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                  9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                  10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                  11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                  12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                  13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                  Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                  1. Pembukaan<\/li>
                  2. Doa<\/li>
                  3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                  4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                  5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                  6. Presentase Program Power Up<\/li>
                  7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                  8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                    Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                    Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                    Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                    Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                    Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                    Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                    Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                    Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                    Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                    Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                    Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                    Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                    Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                    \n

                    6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                    7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                    8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                    9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                    10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                    11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                    12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                    13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                    Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                    1. Pembukaan<\/li>
                    2. Doa<\/li>
                    3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                    4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                    5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                    6. Presentase Program Power Up<\/li>
                    7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                    8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                      Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                      Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                      Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                      Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                      Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                      Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                      Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                      Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                      Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                      Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                      Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                      Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                      Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                      \n

                      5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                      6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                      7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                      8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                      9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                      10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                      11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                      12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                      13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                      Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                      1. Pembukaan<\/li>
                      2. Doa<\/li>
                      3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                      4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                      5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                      6. Presentase Program Power Up<\/li>
                      7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                      8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                        Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                        Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                        Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                        Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                        Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                        Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                        Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                        Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                        Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                        Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                        Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                        Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                        Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                        \n

                        4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                        5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                        6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                        7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                        8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                        9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                        10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                        11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                        12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                        13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                        Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                        1. Pembukaan<\/li>
                        2. Doa<\/li>
                        3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                        4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                        5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                        6. Presentase Program Power Up<\/li>
                        7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                        8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                          Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                          Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                          Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                          Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                          Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                          Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                          Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                          Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                          Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                          Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                          Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                          Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                          Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                          \n

                          3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                          4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                          5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                          6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                          7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                          8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                          9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                          10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                          11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                          12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                          13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                          Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                          1. Pembukaan<\/li>
                          2. Doa<\/li>
                          3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                          4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                          5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                          6. Presentase Program Power Up<\/li>
                          7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                          8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                            Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                            Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                            Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                            Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                            Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                            Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                            Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                            Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                            Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                            Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                            Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                            Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                            Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                            \n

                            2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                            3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                            4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                            5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                            6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                            7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                            8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                            9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                            10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                            11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                            12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                            13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                            Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                            1. Pembukaan<\/li>
                            2. Doa<\/li>
                            3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                            4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                            5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                            6. Presentase Program Power Up<\/li>
                            7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                            8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                              Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                              Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                              Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                              Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                              Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                              Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                              Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                              Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                              Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                              Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                              Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                              Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                              Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                              \n

                              1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                              2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                              3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                              4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                              5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                              6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                              7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                              8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                              9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                              10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                              11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                              12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                              13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                              Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                              1. Pembukaan<\/li>
                              2. Doa<\/li>
                              3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                              4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                              5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                              6. Presentase Program Power Up<\/li>
                              7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                              8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                \n

                                Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                1. Pembukaan<\/li>
                                2. Doa<\/li>
                                3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                  Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                  Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                  Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                  Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                  Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                  Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                  Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                  Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                  Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                  Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                  Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                  Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                  Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                  \n

                                  Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                  Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                  1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                  2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                  3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                  4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                  5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                  6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                  7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                  8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                  9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                  10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                  11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                  12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                  13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                  Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                  1. Pembukaan<\/li>
                                  2. Doa<\/li>
                                  3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                  4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                  5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                  6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                  7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                  8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                    Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                    Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                    Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                    Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                    Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                    Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                    Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                    Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                    Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                    Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                    Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                    Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                    Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                    \n
                                    1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                    2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                    3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                    4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                    5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                    6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                    7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                      Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                      Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                      1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                      2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                      3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                      4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                      5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                      6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                      7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                      8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                      9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                      10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                      11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                      12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                      13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                      Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                      1. Pembukaan<\/li>
                                      2. Doa<\/li>
                                      3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                      4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                      5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                      6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                      7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                      8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                        Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                        Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                        Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                        Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                        Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                        Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                        Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                        Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                        Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                        Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                        Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                        Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                        Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                        \n

                                        Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                        1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                        2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                        3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                        4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                        5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                        6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                        7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                          Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                          Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                          1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                          2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                          3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                          4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                          5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                          6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                          7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                          8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                          9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                          10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                          11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                          12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                          13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                          Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                          1. Pembukaan<\/li>
                                          2. Doa<\/li>
                                          3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                          4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                          5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                          6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                          7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                          8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                            Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                            Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                            Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                            Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                            Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                            Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                            Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                            Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                            Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                            Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                            Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                            Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                            Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                            \n

                                            Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                            Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                            1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                            2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                            3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                            4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                            5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                            6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                            7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                              Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                              Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                              1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                              2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                              3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                              4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                              5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                              6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                              7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                              8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                              9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                              10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                              11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                              12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                              13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                              1. Pembukaan<\/li>
                                              2. Doa<\/li>
                                              3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                              4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                              5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                              6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                              7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                              8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                \n

                                                Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                  Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                  Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                  1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                  2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                  3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                  4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                  5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                  6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                  7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                  8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                  9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                  10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                  11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                  12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                  13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                  1. Pembukaan<\/li>
                                                  2. Doa<\/li>
                                                  3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                  4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                  5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                  6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                  7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                  8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                    Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                    Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                    Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                    Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                    \n

                                                    Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh fasilitator adalah dimana kita bisa menabung. Kita bisa menabung di bank,\u00a0 koperasi pekka, di bawah kasur, atau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau atau trasparan. Ada salah satu anggota yang menanyakan bagaimana syarat-syarat menabung di koperasi pekka dan ada juga anggota menanyakan model tabungan apa yang dapat kita tabung di koperasi. Pihak fasilitator bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan angggota pekka. Dari hasil pertemuan diskusi forum desa masing-masing anggota menyetujui pentingnya menabung di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                    Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                    1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                    2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                    3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                    4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                    5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                    6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                    7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                      Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                      Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                      1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                      2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                      3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                      4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                      5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                      6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                      7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                      8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                      9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                      10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                      11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                      12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                      13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                      1. Pembukaan<\/li>
                                                      2. Doa<\/li>
                                                      3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                      4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                      5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                      6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                      7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                      8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                        Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                        Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                        Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                        Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                        \n

                                                        Adapun yang dibahas yakni : mamfaat menabung di koperasi seperti mandiri secara keuangan, terkelolahnya keuangan rumah tangga atau anggota, belajar hemat (tidak boros), kebutuhan tidak terduga bisa di penuhi, untuk membantu mengetahui tentang perioritas dalam keuangan, mengenai kestabilan keuangan, menambah jumlah dana darurat untuk mempersiapkan berbagai resiko jika mengetahui hal yg tidak diinginkan di kemudian hari,\u00a0 melatih kesadaran diri, mencegah kebiasaan berhutang. <\/p>\n\n\n\n

                                                        Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh fasilitator adalah dimana kita bisa menabung. Kita bisa menabung di bank,\u00a0 koperasi pekka, di bawah kasur, atau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau atau trasparan. Ada salah satu anggota yang menanyakan bagaimana syarat-syarat menabung di koperasi pekka dan ada juga anggota menanyakan model tabungan apa yang dapat kita tabung di koperasi. Pihak fasilitator bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan angggota pekka. Dari hasil pertemuan diskusi forum desa masing-masing anggota menyetujui pentingnya menabung di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                        Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                        1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                        2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                        3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                        4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                        5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                        6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                        7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                          Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                          Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                          1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                          2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                          3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                          4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                          5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                          6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                          7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                          8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                          9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                          10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                          11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                          12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                          13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                          1. Pembukaan<\/li>
                                                          2. Doa<\/li>
                                                          3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                          4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                          5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                          6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                          7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                          8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                            Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                            Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                            Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                            Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                            \n

                                                            Tanggal 27 Nopember 2021 hari Sabtu telah diselenggarakan pertemuan kelompok Mamase-Mase dirumah Bu Rabiah\u00a0 sebagai ketua kelompok. Pertemuan difasilitasi oleh bendahara koperasi bu Hasnawiah dan yang hadir 11 orang anggota.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n

                                                            Adapun yang dibahas yakni : mamfaat menabung di koperasi seperti mandiri secara keuangan, terkelolahnya keuangan rumah tangga atau anggota, belajar hemat (tidak boros), kebutuhan tidak terduga bisa di penuhi, untuk membantu mengetahui tentang perioritas dalam keuangan, mengenai kestabilan keuangan, menambah jumlah dana darurat untuk mempersiapkan berbagai resiko jika mengetahui hal yg tidak diinginkan di kemudian hari,\u00a0 melatih kesadaran diri, mencegah kebiasaan berhutang. <\/p>\n\n\n\n

                                                            Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh fasilitator adalah dimana kita bisa menabung. Kita bisa menabung di bank,\u00a0 koperasi pekka, di bawah kasur, atau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau atau trasparan. Ada salah satu anggota yang menanyakan bagaimana syarat-syarat menabung di koperasi pekka dan ada juga anggota menanyakan model tabungan apa yang dapat kita tabung di koperasi. Pihak fasilitator bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan angggota pekka. Dari hasil pertemuan diskusi forum desa masing-masing anggota menyetujui pentingnya menabung di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                            Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                            1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                            2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                            3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                            4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                            5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                            6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                            7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                              Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                              Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                              1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                              2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                              3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                              4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                              5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                              6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                              7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                              8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                              9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                              10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                              11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                              12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                              13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                              1. Pembukaan<\/li>
                                                              2. Doa<\/li>
                                                              3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                              4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                              5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                              6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                              7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                              8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                                Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                                Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                                Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                                \n

                                                                Keesokan harinya kami melanjutkan acara vaksinasi untuk para lansia. Rencananya para lansia akan divaksin dengan cara mendatangi rumahnya masing-masing. Wilayah Kadu 1 ada 40 KK yang kami hampiri untuk langsung vaksin, sambil membagikan bantuan sosial berupa sembako kepada mereka dari pihak desa dan kepolisian. Para lansia terlihat sangat senang dengan kedatangan kami tanpa banyak bicara mereka siap untuk. Kegiatan ini nyaris tidak ada kendala, karena warga merasa percaya hal ini adalah salah satu upaya untuk mencegah bahaya virus Corona. Mengingat didesa ini sudah terpapar virus Corona ada 4 orang warga yang meninggal. Sebagai anggota Pekka dan sekaligus relawan, maka kami sangat bangga melaksanakan kegiatan ini, sebagai tanda kami peduli pada warga. (Leni-JWP Kab. Subang)<\/strong><\/p>\n","post_title":"GEBYAR SERIBU VAKSIN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gebyar-seribu-vaksin","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 06:35:36","post_modified_gmt":"2022-01-04 06:35:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1903","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1893,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:17:38","post_date_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content":"\n

                                                                Tanggal 27 Nopember 2021 hari Sabtu telah diselenggarakan pertemuan kelompok Mamase-Mase dirumah Bu Rabiah\u00a0 sebagai ketua kelompok. Pertemuan difasilitasi oleh bendahara koperasi bu Hasnawiah dan yang hadir 11 orang anggota.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n

                                                                Adapun yang dibahas yakni : mamfaat menabung di koperasi seperti mandiri secara keuangan, terkelolahnya keuangan rumah tangga atau anggota, belajar hemat (tidak boros), kebutuhan tidak terduga bisa di penuhi, untuk membantu mengetahui tentang perioritas dalam keuangan, mengenai kestabilan keuangan, menambah jumlah dana darurat untuk mempersiapkan berbagai resiko jika mengetahui hal yg tidak diinginkan di kemudian hari,\u00a0 melatih kesadaran diri, mencegah kebiasaan berhutang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh fasilitator adalah dimana kita bisa menabung. Kita bisa menabung di bank,\u00a0 koperasi pekka, di bawah kasur, atau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau atau trasparan. Ada salah satu anggota yang menanyakan bagaimana syarat-syarat menabung di koperasi pekka dan ada juga anggota menanyakan model tabungan apa yang dapat kita tabung di koperasi. Pihak fasilitator bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan angggota pekka. Dari hasil pertemuan diskusi forum desa masing-masing anggota menyetujui pentingnya menabung di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                                Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                                2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                                3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                                4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                                5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                                6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                                7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                  Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                                  1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                                  2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                                  3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                                  4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                                  5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                                  6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                                  7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                                  8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                                  9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                                  10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                                  11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                  12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                  13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                  1. Pembukaan<\/li>
                                                                  2. Doa<\/li>
                                                                  3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                                  4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                                  5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                                  6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                                  7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                                  8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                    Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                                    Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                                    Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                                    Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                                    \n
                                                                    • Pelaksanaan vaksin di dusun 1 sebanyak 254<\/li>
                                                                    • Pelaksanaan vaksin di dusun 2 sebanyak 102<\/li><\/ul>\n\n\n\n

                                                                      Keesokan harinya kami melanjutkan acara vaksinasi untuk para lansia. Rencananya para lansia akan divaksin dengan cara mendatangi rumahnya masing-masing. Wilayah Kadu 1 ada 40 KK yang kami hampiri untuk langsung vaksin, sambil membagikan bantuan sosial berupa sembako kepada mereka dari pihak desa dan kepolisian. Para lansia terlihat sangat senang dengan kedatangan kami tanpa banyak bicara mereka siap untuk. Kegiatan ini nyaris tidak ada kendala, karena warga merasa percaya hal ini adalah salah satu upaya untuk mencegah bahaya virus Corona. Mengingat didesa ini sudah terpapar virus Corona ada 4 orang warga yang meninggal. Sebagai anggota Pekka dan sekaligus relawan, maka kami sangat bangga melaksanakan kegiatan ini, sebagai tanda kami peduli pada warga. (Leni-JWP Kab. Subang)<\/strong><\/p>\n","post_title":"GEBYAR SERIBU VAKSIN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gebyar-seribu-vaksin","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 06:35:36","post_modified_gmt":"2022-01-04 06:35:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1903","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1893,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:17:38","post_date_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content":"\n

                                                                      Tanggal 27 Nopember 2021 hari Sabtu telah diselenggarakan pertemuan kelompok Mamase-Mase dirumah Bu Rabiah\u00a0 sebagai ketua kelompok. Pertemuan difasilitasi oleh bendahara koperasi bu Hasnawiah dan yang hadir 11 orang anggota.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n

                                                                      Adapun yang dibahas yakni : mamfaat menabung di koperasi seperti mandiri secara keuangan, terkelolahnya keuangan rumah tangga atau anggota, belajar hemat (tidak boros), kebutuhan tidak terduga bisa di penuhi, untuk membantu mengetahui tentang perioritas dalam keuangan, mengenai kestabilan keuangan, menambah jumlah dana darurat untuk mempersiapkan berbagai resiko jika mengetahui hal yg tidak diinginkan di kemudian hari,\u00a0 melatih kesadaran diri, mencegah kebiasaan berhutang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh fasilitator adalah dimana kita bisa menabung. Kita bisa menabung di bank,\u00a0 koperasi pekka, di bawah kasur, atau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau atau trasparan. Ada salah satu anggota yang menanyakan bagaimana syarat-syarat menabung di koperasi pekka dan ada juga anggota menanyakan model tabungan apa yang dapat kita tabung di koperasi. Pihak fasilitator bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan angggota pekka. Dari hasil pertemuan diskusi forum desa masing-masing anggota menyetujui pentingnya menabung di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                                      Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                      1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                                      2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                                      3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                                      4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                                      5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                                      6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                                      7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                        Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                                        Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                                        1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                                        2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                                        3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                                        4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                                        5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                                        6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                                        7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                                        8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                                        9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                                        10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                                        11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                        12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                        13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                        Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                        1. Pembukaan<\/li>
                                                                        2. Doa<\/li>
                                                                        3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                                        4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                                        5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                                        6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                                        7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                                        8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                          Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                                          Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                                          Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                                          Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                                          \n

                                                                          Acara gebyar seribu vaksin hari ini berjalan dengan lancar dan cepat, ini semua karena semua petugas melakukan fungsinya masing-masing. Setiap akan mengadakan vaksinasi semua aparat desa diwajibkan memberitahukan kepada masyarakat melalui media sosial masing-masing begitulah cara kami memberitahukan kepada masyarakat. Berikut ini adalah data vaksin yang dilakukan hari ini:<\/p>\n\n\n\n

                                                                          • Pelaksanaan vaksin di dusun 1 sebanyak 254<\/li>
                                                                          • Pelaksanaan vaksin di dusun 2 sebanyak 102<\/li><\/ul>\n\n\n\n

                                                                            Keesokan harinya kami melanjutkan acara vaksinasi untuk para lansia. Rencananya para lansia akan divaksin dengan cara mendatangi rumahnya masing-masing. Wilayah Kadu 1 ada 40 KK yang kami hampiri untuk langsung vaksin, sambil membagikan bantuan sosial berupa sembako kepada mereka dari pihak desa dan kepolisian. Para lansia terlihat sangat senang dengan kedatangan kami tanpa banyak bicara mereka siap untuk. Kegiatan ini nyaris tidak ada kendala, karena warga merasa percaya hal ini adalah salah satu upaya untuk mencegah bahaya virus Corona. Mengingat didesa ini sudah terpapar virus Corona ada 4 orang warga yang meninggal. Sebagai anggota Pekka dan sekaligus relawan, maka kami sangat bangga melaksanakan kegiatan ini, sebagai tanda kami peduli pada warga. (Leni-JWP Kab. Subang)<\/strong><\/p>\n","post_title":"GEBYAR SERIBU VAKSIN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gebyar-seribu-vaksin","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 06:35:36","post_modified_gmt":"2022-01-04 06:35:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1903","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1893,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:17:38","post_date_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content":"\n

                                                                            Tanggal 27 Nopember 2021 hari Sabtu telah diselenggarakan pertemuan kelompok Mamase-Mase dirumah Bu Rabiah\u00a0 sebagai ketua kelompok. Pertemuan difasilitasi oleh bendahara koperasi bu Hasnawiah dan yang hadir 11 orang anggota.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n

                                                                            Adapun yang dibahas yakni : mamfaat menabung di koperasi seperti mandiri secara keuangan, terkelolahnya keuangan rumah tangga atau anggota, belajar hemat (tidak boros), kebutuhan tidak terduga bisa di penuhi, untuk membantu mengetahui tentang perioritas dalam keuangan, mengenai kestabilan keuangan, menambah jumlah dana darurat untuk mempersiapkan berbagai resiko jika mengetahui hal yg tidak diinginkan di kemudian hari,\u00a0 melatih kesadaran diri, mencegah kebiasaan berhutang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                            Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh fasilitator adalah dimana kita bisa menabung. Kita bisa menabung di bank,\u00a0 koperasi pekka, di bawah kasur, atau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau atau trasparan. Ada salah satu anggota yang menanyakan bagaimana syarat-syarat menabung di koperasi pekka dan ada juga anggota menanyakan model tabungan apa yang dapat kita tabung di koperasi. Pihak fasilitator bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan angggota pekka. Dari hasil pertemuan diskusi forum desa masing-masing anggota menyetujui pentingnya menabung di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                                            Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                            1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                                            2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                                            3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                                            4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                                            5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                                            6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                                            7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                              Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                                              1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                                              2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                                              3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                                              4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                                              5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                                              6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                                              7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                                              8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                                              9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                                              10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                                              11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                              12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                              13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                              1. Pembukaan<\/li>
                                                                              2. Doa<\/li>
                                                                              3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                                              4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                                              5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                                              6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                                              7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                                              8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                                                Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                                                Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                                                Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                                                \n

                                                                                Hingga kini warga desa sukakerti banyak yang sudah melakukan vaksin. Pada waktu yang lalu pembagian vaksin di desa sukakerti berkisar 150-200 vaksin. Jika sudah mencapai target, pihak Puskesmas meminta warga untuk datang kembali di acara vaksinasi di waktu yang akan datang, karena jatah vaksin sudah habis.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Acara gebyar seribu vaksin hari ini berjalan dengan lancar dan cepat, ini semua karena semua petugas melakukan fungsinya masing-masing. Setiap akan mengadakan vaksinasi semua aparat desa diwajibkan memberitahukan kepada masyarakat melalui media sosial masing-masing begitulah cara kami memberitahukan kepada masyarakat. Berikut ini adalah data vaksin yang dilakukan hari ini:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                • Pelaksanaan vaksin di dusun 1 sebanyak 254<\/li>
                                                                                • Pelaksanaan vaksin di dusun 2 sebanyak 102<\/li><\/ul>\n\n\n\n

                                                                                  Keesokan harinya kami melanjutkan acara vaksinasi untuk para lansia. Rencananya para lansia akan divaksin dengan cara mendatangi rumahnya masing-masing. Wilayah Kadu 1 ada 40 KK yang kami hampiri untuk langsung vaksin, sambil membagikan bantuan sosial berupa sembako kepada mereka dari pihak desa dan kepolisian. Para lansia terlihat sangat senang dengan kedatangan kami tanpa banyak bicara mereka siap untuk. Kegiatan ini nyaris tidak ada kendala, karena warga merasa percaya hal ini adalah salah satu upaya untuk mencegah bahaya virus Corona. Mengingat didesa ini sudah terpapar virus Corona ada 4 orang warga yang meninggal. Sebagai anggota Pekka dan sekaligus relawan, maka kami sangat bangga melaksanakan kegiatan ini, sebagai tanda kami peduli pada warga. (Leni-JWP Kab. Subang)<\/strong><\/p>\n","post_title":"GEBYAR SERIBU VAKSIN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gebyar-seribu-vaksin","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 06:35:36","post_modified_gmt":"2022-01-04 06:35:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1903","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1893,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:17:38","post_date_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content":"\n

                                                                                  Tanggal 27 Nopember 2021 hari Sabtu telah diselenggarakan pertemuan kelompok Mamase-Mase dirumah Bu Rabiah\u00a0 sebagai ketua kelompok. Pertemuan difasilitasi oleh bendahara koperasi bu Hasnawiah dan yang hadir 11 orang anggota.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Adapun yang dibahas yakni : mamfaat menabung di koperasi seperti mandiri secara keuangan, terkelolahnya keuangan rumah tangga atau anggota, belajar hemat (tidak boros), kebutuhan tidak terduga bisa di penuhi, untuk membantu mengetahui tentang perioritas dalam keuangan, mengenai kestabilan keuangan, menambah jumlah dana darurat untuk mempersiapkan berbagai resiko jika mengetahui hal yg tidak diinginkan di kemudian hari,\u00a0 melatih kesadaran diri, mencegah kebiasaan berhutang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh fasilitator adalah dimana kita bisa menabung. Kita bisa menabung di bank,\u00a0 koperasi pekka, di bawah kasur, atau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau atau trasparan. Ada salah satu anggota yang menanyakan bagaimana syarat-syarat menabung di koperasi pekka dan ada juga anggota menanyakan model tabungan apa yang dapat kita tabung di koperasi. Pihak fasilitator bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan angggota pekka. Dari hasil pertemuan diskusi forum desa masing-masing anggota menyetujui pentingnya menabung di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                                                  Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                                                  2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                                                  3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                                                  4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                                                  5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                                                  6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                                                  7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                    Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    1. Pembukaan<\/li>
                                                                                    2. Doa<\/li>
                                                                                    3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                                                    4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                                                    5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                                                    6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                                                    7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                                                    8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                      Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                                                      Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                                                      Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                                                      Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                                                      \n

                                                                                      Kemudian jika ada warga yang mendapatkan bantuan sosial berupa Program keluarga harapan (PKH) dan lainnya, mereka harus menunjukkan sertifikat vaksin kepada petugas penyalur bantuan. Begitu juga saat pembuatan identitas kependudukan dan surat keterangan lainnya warga harus menunjukkan sertifikat vaksin. Ternyata benar saja cara ini sangat efektif, secara otomatis warga sangat antusias mendapatkan mendaftarkan diri untuk divaksin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Hingga kini warga desa sukakerti banyak yang sudah melakukan vaksin. Pada waktu yang lalu pembagian vaksin di desa sukakerti berkisar 150-200 vaksin. Jika sudah mencapai target, pihak Puskesmas meminta warga untuk datang kembali di acara vaksinasi di waktu yang akan datang, karena jatah vaksin sudah habis.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Acara gebyar seribu vaksin hari ini berjalan dengan lancar dan cepat, ini semua karena semua petugas melakukan fungsinya masing-masing. Setiap akan mengadakan vaksinasi semua aparat desa diwajibkan memberitahukan kepada masyarakat melalui media sosial masing-masing begitulah cara kami memberitahukan kepada masyarakat. Berikut ini adalah data vaksin yang dilakukan hari ini:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      • Pelaksanaan vaksin di dusun 1 sebanyak 254<\/li>
                                                                                      • Pelaksanaan vaksin di dusun 2 sebanyak 102<\/li><\/ul>\n\n\n\n

                                                                                        Keesokan harinya kami melanjutkan acara vaksinasi untuk para lansia. Rencananya para lansia akan divaksin dengan cara mendatangi rumahnya masing-masing. Wilayah Kadu 1 ada 40 KK yang kami hampiri untuk langsung vaksin, sambil membagikan bantuan sosial berupa sembako kepada mereka dari pihak desa dan kepolisian. Para lansia terlihat sangat senang dengan kedatangan kami tanpa banyak bicara mereka siap untuk. Kegiatan ini nyaris tidak ada kendala, karena warga merasa percaya hal ini adalah salah satu upaya untuk mencegah bahaya virus Corona. Mengingat didesa ini sudah terpapar virus Corona ada 4 orang warga yang meninggal. Sebagai anggota Pekka dan sekaligus relawan, maka kami sangat bangga melaksanakan kegiatan ini, sebagai tanda kami peduli pada warga. (Leni-JWP Kab. Subang)<\/strong><\/p>\n","post_title":"GEBYAR SERIBU VAKSIN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gebyar-seribu-vaksin","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 06:35:36","post_modified_gmt":"2022-01-04 06:35:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1903","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1893,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:17:38","post_date_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content":"\n

                                                                                        Tanggal 27 Nopember 2021 hari Sabtu telah diselenggarakan pertemuan kelompok Mamase-Mase dirumah Bu Rabiah\u00a0 sebagai ketua kelompok. Pertemuan difasilitasi oleh bendahara koperasi bu Hasnawiah dan yang hadir 11 orang anggota.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n

                                                                                        Adapun yang dibahas yakni : mamfaat menabung di koperasi seperti mandiri secara keuangan, terkelolahnya keuangan rumah tangga atau anggota, belajar hemat (tidak boros), kebutuhan tidak terduga bisa di penuhi, untuk membantu mengetahui tentang perioritas dalam keuangan, mengenai kestabilan keuangan, menambah jumlah dana darurat untuk mempersiapkan berbagai resiko jika mengetahui hal yg tidak diinginkan di kemudian hari,\u00a0 melatih kesadaran diri, mencegah kebiasaan berhutang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                        Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh fasilitator adalah dimana kita bisa menabung. Kita bisa menabung di bank,\u00a0 koperasi pekka, di bawah kasur, atau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau atau trasparan. Ada salah satu anggota yang menanyakan bagaimana syarat-syarat menabung di koperasi pekka dan ada juga anggota menanyakan model tabungan apa yang dapat kita tabung di koperasi. Pihak fasilitator bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan angggota pekka. Dari hasil pertemuan diskusi forum desa masing-masing anggota menyetujui pentingnya menabung di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                                                        Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                                                        2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                                                        3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                                                        4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                                                        5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                                                        6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                                                        7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                          Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          1. Pembukaan<\/li>
                                                                                          2. Doa<\/li>
                                                                                          3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                                                          4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                                                          5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                                                          6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                                                          7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                                                          8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                            Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                                                            Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                                                            Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                                                            Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                                                            \n

                                                                                            Pemerintah Desa mengadakan musyawarah yang melibatkan aparat desa terutama RT dan RW setempat. Hal ini sebagai upaya dan strategi supaya warga bersedia divaksin. Berdasarkan hasil musyawarah, seluruh RT wajib membawa warganya sebanyak 20 orang untuk vaksin. Selain itu mereka semua diwajibkan untuk mensosialisasikan program vaksin melalui media sosial dan pamflet di tempat umum.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Kemudian jika ada warga yang mendapatkan bantuan sosial berupa Program keluarga harapan (PKH) dan lainnya, mereka harus menunjukkan sertifikat vaksin kepada petugas penyalur bantuan. Begitu juga saat pembuatan identitas kependudukan dan surat keterangan lainnya warga harus menunjukkan sertifikat vaksin. Ternyata benar saja cara ini sangat efektif, secara otomatis warga sangat antusias mendapatkan mendaftarkan diri untuk divaksin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Hingga kini warga desa sukakerti banyak yang sudah melakukan vaksin. Pada waktu yang lalu pembagian vaksin di desa sukakerti berkisar 150-200 vaksin. Jika sudah mencapai target, pihak Puskesmas meminta warga untuk datang kembali di acara vaksinasi di waktu yang akan datang, karena jatah vaksin sudah habis.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Acara gebyar seribu vaksin hari ini berjalan dengan lancar dan cepat, ini semua karena semua petugas melakukan fungsinya masing-masing. Setiap akan mengadakan vaksinasi semua aparat desa diwajibkan memberitahukan kepada masyarakat melalui media sosial masing-masing begitulah cara kami memberitahukan kepada masyarakat. Berikut ini adalah data vaksin yang dilakukan hari ini:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            • Pelaksanaan vaksin di dusun 1 sebanyak 254<\/li>
                                                                                            • Pelaksanaan vaksin di dusun 2 sebanyak 102<\/li><\/ul>\n\n\n\n

                                                                                              Keesokan harinya kami melanjutkan acara vaksinasi untuk para lansia. Rencananya para lansia akan divaksin dengan cara mendatangi rumahnya masing-masing. Wilayah Kadu 1 ada 40 KK yang kami hampiri untuk langsung vaksin, sambil membagikan bantuan sosial berupa sembako kepada mereka dari pihak desa dan kepolisian. Para lansia terlihat sangat senang dengan kedatangan kami tanpa banyak bicara mereka siap untuk. Kegiatan ini nyaris tidak ada kendala, karena warga merasa percaya hal ini adalah salah satu upaya untuk mencegah bahaya virus Corona. Mengingat didesa ini sudah terpapar virus Corona ada 4 orang warga yang meninggal. Sebagai anggota Pekka dan sekaligus relawan, maka kami sangat bangga melaksanakan kegiatan ini, sebagai tanda kami peduli pada warga. (Leni-JWP Kab. Subang)<\/strong><\/p>\n","post_title":"GEBYAR SERIBU VAKSIN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gebyar-seribu-vaksin","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 06:35:36","post_modified_gmt":"2022-01-04 06:35:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1903","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1893,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:17:38","post_date_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content":"\n

                                                                                              Tanggal 27 Nopember 2021 hari Sabtu telah diselenggarakan pertemuan kelompok Mamase-Mase dirumah Bu Rabiah\u00a0 sebagai ketua kelompok. Pertemuan difasilitasi oleh bendahara koperasi bu Hasnawiah dan yang hadir 11 orang anggota.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Adapun yang dibahas yakni : mamfaat menabung di koperasi seperti mandiri secara keuangan, terkelolahnya keuangan rumah tangga atau anggota, belajar hemat (tidak boros), kebutuhan tidak terduga bisa di penuhi, untuk membantu mengetahui tentang perioritas dalam keuangan, mengenai kestabilan keuangan, menambah jumlah dana darurat untuk mempersiapkan berbagai resiko jika mengetahui hal yg tidak diinginkan di kemudian hari,\u00a0 melatih kesadaran diri, mencegah kebiasaan berhutang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh fasilitator adalah dimana kita bisa menabung. Kita bisa menabung di bank,\u00a0 koperasi pekka, di bawah kasur, atau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau atau trasparan. Ada salah satu anggota yang menanyakan bagaimana syarat-syarat menabung di koperasi pekka dan ada juga anggota menanyakan model tabungan apa yang dapat kita tabung di koperasi. Pihak fasilitator bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan angggota pekka. Dari hasil pertemuan diskusi forum desa masing-masing anggota menyetujui pentingnya menabung di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                                                              Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                                                              2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                                                              3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                                                              4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                                                              5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                                                              6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                                                              7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                1. Pembukaan<\/li>
                                                                                                2. Doa<\/li>
                                                                                                3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                                                                4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                                                                5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                                                                6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                                                                7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                                                                8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                  Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                                                                  Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                                                                  Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                                                                  Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                                                                  \n

                                                                                                  Sejujurnya bagi pihak pemerintahan desa pertama kali mengintruksikan wajib vaksin kepada warga. Sehingga mereka merasa khawatir akan kesediaan warga untuk melakukan vaksinasi. Apalagi saat ini banyak isu isu yang beredar tentang bahaya vaksin tanpa diketahui sumbernya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Pemerintah Desa mengadakan musyawarah yang melibatkan aparat desa terutama RT dan RW setempat. Hal ini sebagai upaya dan strategi supaya warga bersedia divaksin. Berdasarkan hasil musyawarah, seluruh RT wajib membawa warganya sebanyak 20 orang untuk vaksin. Selain itu mereka semua diwajibkan untuk mensosialisasikan program vaksin melalui media sosial dan pamflet di tempat umum.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Kemudian jika ada warga yang mendapatkan bantuan sosial berupa Program keluarga harapan (PKH) dan lainnya, mereka harus menunjukkan sertifikat vaksin kepada petugas penyalur bantuan. Begitu juga saat pembuatan identitas kependudukan dan surat keterangan lainnya warga harus menunjukkan sertifikat vaksin. Ternyata benar saja cara ini sangat efektif, secara otomatis warga sangat antusias mendapatkan mendaftarkan diri untuk divaksin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Hingga kini warga desa sukakerti banyak yang sudah melakukan vaksin. Pada waktu yang lalu pembagian vaksin di desa sukakerti berkisar 150-200 vaksin. Jika sudah mencapai target, pihak Puskesmas meminta warga untuk datang kembali di acara vaksinasi di waktu yang akan datang, karena jatah vaksin sudah habis.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Acara gebyar seribu vaksin hari ini berjalan dengan lancar dan cepat, ini semua karena semua petugas melakukan fungsinya masing-masing. Setiap akan mengadakan vaksinasi semua aparat desa diwajibkan memberitahukan kepada masyarakat melalui media sosial masing-masing begitulah cara kami memberitahukan kepada masyarakat. Berikut ini adalah data vaksin yang dilakukan hari ini:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  • Pelaksanaan vaksin di dusun 1 sebanyak 254<\/li>
                                                                                                  • Pelaksanaan vaksin di dusun 2 sebanyak 102<\/li><\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                    Keesokan harinya kami melanjutkan acara vaksinasi untuk para lansia. Rencananya para lansia akan divaksin dengan cara mendatangi rumahnya masing-masing. Wilayah Kadu 1 ada 40 KK yang kami hampiri untuk langsung vaksin, sambil membagikan bantuan sosial berupa sembako kepada mereka dari pihak desa dan kepolisian. Para lansia terlihat sangat senang dengan kedatangan kami tanpa banyak bicara mereka siap untuk. Kegiatan ini nyaris tidak ada kendala, karena warga merasa percaya hal ini adalah salah satu upaya untuk mencegah bahaya virus Corona. Mengingat didesa ini sudah terpapar virus Corona ada 4 orang warga yang meninggal. Sebagai anggota Pekka dan sekaligus relawan, maka kami sangat bangga melaksanakan kegiatan ini, sebagai tanda kami peduli pada warga. (Leni-JWP Kab. Subang)<\/strong><\/p>\n","post_title":"GEBYAR SERIBU VAKSIN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gebyar-seribu-vaksin","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 06:35:36","post_modified_gmt":"2022-01-04 06:35:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1903","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1893,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:17:38","post_date_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content":"\n

                                                                                                    Tanggal 27 Nopember 2021 hari Sabtu telah diselenggarakan pertemuan kelompok Mamase-Mase dirumah Bu Rabiah\u00a0 sebagai ketua kelompok. Pertemuan difasilitasi oleh bendahara koperasi bu Hasnawiah dan yang hadir 11 orang anggota.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Adapun yang dibahas yakni : mamfaat menabung di koperasi seperti mandiri secara keuangan, terkelolahnya keuangan rumah tangga atau anggota, belajar hemat (tidak boros), kebutuhan tidak terduga bisa di penuhi, untuk membantu mengetahui tentang perioritas dalam keuangan, mengenai kestabilan keuangan, menambah jumlah dana darurat untuk mempersiapkan berbagai resiko jika mengetahui hal yg tidak diinginkan di kemudian hari,\u00a0 melatih kesadaran diri, mencegah kebiasaan berhutang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh fasilitator adalah dimana kita bisa menabung. Kita bisa menabung di bank,\u00a0 koperasi pekka, di bawah kasur, atau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau atau trasparan. Ada salah satu anggota yang menanyakan bagaimana syarat-syarat menabung di koperasi pekka dan ada juga anggota menanyakan model tabungan apa yang dapat kita tabung di koperasi. Pihak fasilitator bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan angggota pekka. Dari hasil pertemuan diskusi forum desa masing-masing anggota menyetujui pentingnya menabung di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                                                                    Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                                                                    2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                                                                    3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                                                                    4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                                                                    5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                                                                    6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                                                                    7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                      Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      1. Pembukaan<\/li>
                                                                                                      2. Doa<\/li>
                                                                                                      3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                                                                      4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                                                                      5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                                                                      6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                                                                      7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                                                                      8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                        Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                                                                        Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                                                                        Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                                                                        Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                                                                        \n

                                                                                                        Dalam gebyar vaksin ini kami memberikan pelayanan terbaik, mulai dari tempat dan pembagian waktunya untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan. Kebanyakan warga Desa Sukakerti sudah di Vaksin, karena banyak yang bekerja diluar daerah. Sambil berjalannya acara vaksinasi, petugas Puskesmas memberikan arahan dan sosialisasi tentang pentingnya divaksin dan melaksanakan protokol kesehatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Sejujurnya bagi pihak pemerintahan desa pertama kali mengintruksikan wajib vaksin kepada warga. Sehingga mereka merasa khawatir akan kesediaan warga untuk melakukan vaksinasi. Apalagi saat ini banyak isu isu yang beredar tentang bahaya vaksin tanpa diketahui sumbernya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Pemerintah Desa mengadakan musyawarah yang melibatkan aparat desa terutama RT dan RW setempat. Hal ini sebagai upaya dan strategi supaya warga bersedia divaksin. Berdasarkan hasil musyawarah, seluruh RT wajib membawa warganya sebanyak 20 orang untuk vaksin. Selain itu mereka semua diwajibkan untuk mensosialisasikan program vaksin melalui media sosial dan pamflet di tempat umum.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Kemudian jika ada warga yang mendapatkan bantuan sosial berupa Program keluarga harapan (PKH) dan lainnya, mereka harus menunjukkan sertifikat vaksin kepada petugas penyalur bantuan. Begitu juga saat pembuatan identitas kependudukan dan surat keterangan lainnya warga harus menunjukkan sertifikat vaksin. Ternyata benar saja cara ini sangat efektif, secara otomatis warga sangat antusias mendapatkan mendaftarkan diri untuk divaksin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Hingga kini warga desa sukakerti banyak yang sudah melakukan vaksin. Pada waktu yang lalu pembagian vaksin di desa sukakerti berkisar 150-200 vaksin. Jika sudah mencapai target, pihak Puskesmas meminta warga untuk datang kembali di acara vaksinasi di waktu yang akan datang, karena jatah vaksin sudah habis.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Acara gebyar seribu vaksin hari ini berjalan dengan lancar dan cepat, ini semua karena semua petugas melakukan fungsinya masing-masing. Setiap akan mengadakan vaksinasi semua aparat desa diwajibkan memberitahukan kepada masyarakat melalui media sosial masing-masing begitulah cara kami memberitahukan kepada masyarakat. Berikut ini adalah data vaksin yang dilakukan hari ini:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        • Pelaksanaan vaksin di dusun 1 sebanyak 254<\/li>
                                                                                                        • Pelaksanaan vaksin di dusun 2 sebanyak 102<\/li><\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                          Keesokan harinya kami melanjutkan acara vaksinasi untuk para lansia. Rencananya para lansia akan divaksin dengan cara mendatangi rumahnya masing-masing. Wilayah Kadu 1 ada 40 KK yang kami hampiri untuk langsung vaksin, sambil membagikan bantuan sosial berupa sembako kepada mereka dari pihak desa dan kepolisian. Para lansia terlihat sangat senang dengan kedatangan kami tanpa banyak bicara mereka siap untuk. Kegiatan ini nyaris tidak ada kendala, karena warga merasa percaya hal ini adalah salah satu upaya untuk mencegah bahaya virus Corona. Mengingat didesa ini sudah terpapar virus Corona ada 4 orang warga yang meninggal. Sebagai anggota Pekka dan sekaligus relawan, maka kami sangat bangga melaksanakan kegiatan ini, sebagai tanda kami peduli pada warga. (Leni-JWP Kab. Subang)<\/strong><\/p>\n","post_title":"GEBYAR SERIBU VAKSIN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gebyar-seribu-vaksin","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 06:35:36","post_modified_gmt":"2022-01-04 06:35:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1903","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1893,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:17:38","post_date_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content":"\n

                                                                                                          Tanggal 27 Nopember 2021 hari Sabtu telah diselenggarakan pertemuan kelompok Mamase-Mase dirumah Bu Rabiah\u00a0 sebagai ketua kelompok. Pertemuan difasilitasi oleh bendahara koperasi bu Hasnawiah dan yang hadir 11 orang anggota.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Adapun yang dibahas yakni : mamfaat menabung di koperasi seperti mandiri secara keuangan, terkelolahnya keuangan rumah tangga atau anggota, belajar hemat (tidak boros), kebutuhan tidak terduga bisa di penuhi, untuk membantu mengetahui tentang perioritas dalam keuangan, mengenai kestabilan keuangan, menambah jumlah dana darurat untuk mempersiapkan berbagai resiko jika mengetahui hal yg tidak diinginkan di kemudian hari,\u00a0 melatih kesadaran diri, mencegah kebiasaan berhutang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh fasilitator adalah dimana kita bisa menabung. Kita bisa menabung di bank,\u00a0 koperasi pekka, di bawah kasur, atau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau atau trasparan. Ada salah satu anggota yang menanyakan bagaimana syarat-syarat menabung di koperasi pekka dan ada juga anggota menanyakan model tabungan apa yang dapat kita tabung di koperasi. Pihak fasilitator bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan angggota pekka. Dari hasil pertemuan diskusi forum desa masing-masing anggota menyetujui pentingnya menabung di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                                                                          Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                                                                          2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                                                                          3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                                                                          4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                                                                          5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                                                                          6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                                                                          7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                            Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            1. Pembukaan<\/li>
                                                                                                            2. Doa<\/li>
                                                                                                            3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                                                                            4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                                                                            5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                                                                            6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                                                                            7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                                                                            8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                              Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                                                                              Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                                                                              Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                                                                              Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                                                                              \n

                                                                                                              Sejak tanggal 10 Oktober 2021 pemerintah Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak kabupaten Subang, menggembar-gemborkan acara gebyar vaksin yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2021. Desa Sukakerti terdapat dua dusun hingga jatah Vaksin dibagi dua tempat. Anggota Perempuan kepala keluarga (Pekka) bersama PKK Desa bersinergi mempersiapkan tempat, dengan arahan dari pihak Puskesmas dan Kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dalam gebyar vaksin ini kami memberikan pelayanan terbaik, mulai dari tempat dan pembagian waktunya untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan. Kebanyakan warga Desa Sukakerti sudah di Vaksin, karena banyak yang bekerja diluar daerah. Sambil berjalannya acara vaksinasi, petugas Puskesmas memberikan arahan dan sosialisasi tentang pentingnya divaksin dan melaksanakan protokol kesehatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sejujurnya bagi pihak pemerintahan desa pertama kali mengintruksikan wajib vaksin kepada warga. Sehingga mereka merasa khawatir akan kesediaan warga untuk melakukan vaksinasi. Apalagi saat ini banyak isu isu yang beredar tentang bahaya vaksin tanpa diketahui sumbernya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Pemerintah Desa mengadakan musyawarah yang melibatkan aparat desa terutama RT dan RW setempat. Hal ini sebagai upaya dan strategi supaya warga bersedia divaksin. Berdasarkan hasil musyawarah, seluruh RT wajib membawa warganya sebanyak 20 orang untuk vaksin. Selain itu mereka semua diwajibkan untuk mensosialisasikan program vaksin melalui media sosial dan pamflet di tempat umum.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Kemudian jika ada warga yang mendapatkan bantuan sosial berupa Program keluarga harapan (PKH) dan lainnya, mereka harus menunjukkan sertifikat vaksin kepada petugas penyalur bantuan. Begitu juga saat pembuatan identitas kependudukan dan surat keterangan lainnya warga harus menunjukkan sertifikat vaksin. Ternyata benar saja cara ini sangat efektif, secara otomatis warga sangat antusias mendapatkan mendaftarkan diri untuk divaksin.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Hingga kini warga desa sukakerti banyak yang sudah melakukan vaksin. Pada waktu yang lalu pembagian vaksin di desa sukakerti berkisar 150-200 vaksin. Jika sudah mencapai target, pihak Puskesmas meminta warga untuk datang kembali di acara vaksinasi di waktu yang akan datang, karena jatah vaksin sudah habis.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Acara gebyar seribu vaksin hari ini berjalan dengan lancar dan cepat, ini semua karena semua petugas melakukan fungsinya masing-masing. Setiap akan mengadakan vaksinasi semua aparat desa diwajibkan memberitahukan kepada masyarakat melalui media sosial masing-masing begitulah cara kami memberitahukan kepada masyarakat. Berikut ini adalah data vaksin yang dilakukan hari ini:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              • Pelaksanaan vaksin di dusun 1 sebanyak 254<\/li>
                                                                                                              • Pelaksanaan vaksin di dusun 2 sebanyak 102<\/li><\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                Keesokan harinya kami melanjutkan acara vaksinasi untuk para lansia. Rencananya para lansia akan divaksin dengan cara mendatangi rumahnya masing-masing. Wilayah Kadu 1 ada 40 KK yang kami hampiri untuk langsung vaksin, sambil membagikan bantuan sosial berupa sembako kepada mereka dari pihak desa dan kepolisian. Para lansia terlihat sangat senang dengan kedatangan kami tanpa banyak bicara mereka siap untuk. Kegiatan ini nyaris tidak ada kendala, karena warga merasa percaya hal ini adalah salah satu upaya untuk mencegah bahaya virus Corona. Mengingat didesa ini sudah terpapar virus Corona ada 4 orang warga yang meninggal. Sebagai anggota Pekka dan sekaligus relawan, maka kami sangat bangga melaksanakan kegiatan ini, sebagai tanda kami peduli pada warga. (Leni-JWP Kab. Subang)<\/strong><\/p>\n","post_title":"GEBYAR SERIBU VAKSIN","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gebyar-seribu-vaksin","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 06:35:36","post_modified_gmt":"2022-01-04 06:35:36","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1903","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1893,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:17:38","post_date_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content":"\n

                                                                                                                Tanggal 27 Nopember 2021 hari Sabtu telah diselenggarakan pertemuan kelompok Mamase-Mase dirumah Bu Rabiah\u00a0 sebagai ketua kelompok. Pertemuan difasilitasi oleh bendahara koperasi bu Hasnawiah dan yang hadir 11 orang anggota.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                Adapun yang dibahas yakni : mamfaat menabung di koperasi seperti mandiri secara keuangan, terkelolahnya keuangan rumah tangga atau anggota, belajar hemat (tidak boros), kebutuhan tidak terduga bisa di penuhi, untuk membantu mengetahui tentang perioritas dalam keuangan, mengenai kestabilan keuangan, menambah jumlah dana darurat untuk mempersiapkan berbagai resiko jika mengetahui hal yg tidak diinginkan di kemudian hari,\u00a0 melatih kesadaran diri, mencegah kebiasaan berhutang. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh fasilitator adalah dimana kita bisa menabung. Kita bisa menabung di bank,\u00a0 koperasi pekka, di bawah kasur, atau tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau atau trasparan. Ada salah satu anggota yang menanyakan bagaimana syarat-syarat menabung di koperasi pekka dan ada juga anggota menanyakan model tabungan apa yang dapat kita tabung di koperasi. Pihak fasilitator bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan angggota pekka. Dari hasil pertemuan diskusi forum desa masing-masing anggota menyetujui pentingnya menabung di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                Kontributor: Rabiah. R, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Pendampingan Rutin Kelompok","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pendampingan-rutin-kelompok","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:17:38","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:17:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1893","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1890,"post_author":"4","post_date":"2022-01-04 04:10:14","post_date_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content":"\n

                                                                                                                Pada tanggal 09 Desember 2021, komunitas PEKKA Bone mengadakan rapat persiapan pembentukan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) yang rencananya akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2021. Jumlah peserta yang terlibat dalam rapat ini sebanyak 8 orang terdiri dari  kader dan pengurus serikat termasuk PJ kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                Dalam rapat disepakati pembagian tugas kegiatan FPK  (PJ dan timnya) terdiri dari seluruh peserta yang hadir tambah peserta diluar dari yang hadir dengan mempertimbangkan keaktifannya dalam setiap kegiatan. Susunan kepanitiaan kegiatan FPK sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                1. Konsultan Yunsniah sebagai Fasilitator<\/li>
                                                                                                                2. Nirmala sebagai Cofas <\/li>
                                                                                                                3. Sinta Sahari sebagai panitia<\/li>
                                                                                                                4. Hj.A. Sukmawati sebagai MC<\/li>
                                                                                                                5. A. Asmiati sebagai pembaca doa<\/li>
                                                                                                                6. Nurmiati sebagai moderator<\/li>
                                                                                                                7. Ernawati sebagai dirjen lagu Indonesia Raya,<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                  Peserta tambahan : perwakilan kader dan pengurus serikat dari semua kecamatan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Adapun dinas-dinas yang di undang yaitu<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  1. BAPPEDA<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  2. DP3A<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  3. Dinas koprasi<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  4. Dinas pertanian<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  5. Dinas perikanan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  6. Dinas perindustrian<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  7. Ketahanan pangan<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  8. Dinas Lingkungan Hidup<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  9. Disnaker<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  10. Komunitas PEKKA<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  11. CAMAT ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  12. Kepala desa ( 2 orang)<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  13. Perwakilan tokoh-tokoh di desa seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta tokoh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dalam rapat persiapan pembentukan FPK disepakati pula beberapa susunan acaranya sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  1. Pembukaan<\/li>
                                                                                                                  2. Doa<\/li>
                                                                                                                  3. Menyanyikan lagu Indonesia raya<\/li>
                                                                                                                  4. Sambutan atau laporan dari komunitas pekka (Serikat, koperasi)<\/li>
                                                                                                                  5. Sambutan dari kepala BAPPEDA sekaligus membuka acara<\/li>
                                                                                                                  6. Presentase Program Power Up<\/li>
                                                                                                                  7. Sharing program kerja dari OPD<\/li>
                                                                                                                  8. Diskusi\/Tanya jawab<\/li><\/ol>\n\n\n\n

                                                                                                                    Kontributor: Nurhayati, kader Pekka Kab. Bone<\/p>\n","post_title":"Rapat Persiapan Pembentukan FPK","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-persiapan-pembentukan-fpk","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2022-01-04 04:10:14","post_modified_gmt":"2022-01-04 04:10:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1890","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1847,"post_author":"4","post_date":"2021-11-05 07:35:28","post_date_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content":"\n

                                                                                                                    Center Pekka Sungai Ambangah, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat tampak ramai dengan datangnya 26 orang kader Pekka. Mereka adalah kader pengurus Pekka dari kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap, Rasau Jaya, Telopak Kedai, dan Kuala Mador. Mereka datang untuk mengikuti rapat serikat. Untuk sampai ke Center Pekka, mereka harus menyeberangi sungai Kapuas, dengan perahu motor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Rapat serikat pimpin oleh ketua Serikat Pekka Kab. Kubu Raya, ibu Asmawati. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09 00 WIB ini, membahas beberapa agenda, yakni laporan perkembangan serikat tiap kecamatan, termasuk didalamnya adalah laporan keanggotaan, keuangan dan kepengurusan. Selain itu, dalam rapat ini mereka juga membahas permasalahan di serikat, dan agenda kerja ke depan, termasuk pembagian tugas para kader di tiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Pembagian kelompok\/kecamatan, dan melaporkan perkembangan kelompok-kelompok yang ada, oleh para kader kecamatan.Dalam pelaporan, beberapa kelompok bubar karena penyalahgunaan uang di kelompok, namun banyak juga lahir kelompok-kelompok baru, bentukan dari alumni Akademi Paradigta.Dalam kesempatan ini Ketua Federasi Serikat Pekka, Mahdalena menjelaskan kepada para kader tentang iuran serikat yang harus dibayarkan oleh semua anggota kelompok Pekka sebagai langkah menuju kemandirian organisasi serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Pertemuan pengurus serikat menyepakati beberapa hal, di antaranya perlu adanya penguatan visi misi organisasi di kelompok yang baru terbentuk maupun kelompok lama, melaksanakan forum desa, dan untuk kegiatan simpan pinjam, tiap kecamatan megagendakan Rapat Ahir Tahun (RAT), agar pembagian Sisa\u00a0 Hasil Usaha (SHU) dapat dirasakan anggota kelompok dan menjadi penyemangat kegiatan di koperasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Kontributor: Karmani, kader Pekka Kubu Raya, Kalbar<\/p>\n","post_title":"Rapat Serikat Pekka Kabupaten Kubu Raya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rapat-serikat-pekka-kabupaten-kubu-raya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-11-05 07:35:28","post_modified_gmt":"2021-11-05 07:35:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1847","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1799,"post_author":"4","post_date":"2021-10-06 03:43:42","post_date_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content":"\n

                                                                                                                    Setelah tiga tahun bergabung di kelompok Pekka di Desa Sentang, Batu Bara, Sumatera Utara, akhirnya penguatan visi pun bisa dilaksanakan. Tiga dari enam kelompok yang ada di Desa Sentang melaksanakan kegiatan penguatan visi perempuan kepala keluarga. Penguatan visi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan mimpi perempuan sebagai perempuan kepala keluarga, menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesemangatan para ibu-ibu Pekka dalam menjalankan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Pelaksanaan penguatan visi Pekka di Desa Sentang dibagi ke dalam 2 kelas dengan jumlah peserta sebanyak 30 anggota, yang berasal dari 3 kelompok. Kegiatan penguatan visi Pekka dilakukan 5 kali di bulan September 2021 ini, dengan 5 pokok pembahasan yang disampaikan oleh fasilitator yang sebelumnya telah dilatih dan diajarkan tentang bagaimana cara pembinaan kelas visi Pekka tersebut. Pembahasan yang diajarkan kepada para peserta pun sesuai dengan tema yang telah diberikan dan diajarkan oleh para narasumber dari Yayasan PEKKA dalam pelatihan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Para fasilitator dalam memberikan pembahasan kepada para peserta penguatan visi perempuan membuat peserta semakin ingin mengetahui pembahasan lanjutan. Dalam pembahasan pertama, fasilitator menjelaskan tentang perempuan dan perjalanan hidupnya. Terkait dengan pembahasan tersebut, para peserta diminta untuk membuat sungai kehidupan sesuai dengan kondisi kehidupan masing-masing. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kisah hidupnya baik senang ataupun sedih. Selanjutnya, satu persatu peserta berusaha mencurahkan segala rasa yang pernah dirasakan oleh mereka. Tawa dan tangis menyelimuti isi cerita para peserta. Bahkan ada yang terdiam tak dapat menceritakan kisahnya yang ternyata dianggap cukup berat, namun tangisan ibu tersebut membuat peserta tahu bahwa ada luka yang mendalam yang dirasakan dalam perjalanan kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Hari berikutnya, fasilitator menjelaskan bagaimana memahami tentang kesetaraan gender. Kesetaraan gender adalah melihat perempuan dan laki laki, setara tanpa adanya biar gender. Dalam memenuhi kesetaraan gender upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan dan bagaimana cara melakukan advokasi ke pemerintah desa, karena selama ini perempuan memang jarang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di desa. Kuota untuk perempuan dalam pemerintahan juga harus senantiasa ditingkatkan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Para peserta mengungkapkan perasaannya selama mengikuti penguatan visi sebagai anggota Pekka. Mereka merasakan banyak hal yang didapatkan selama 5 hari belajar, se perti ada harapan baru untuk bangkit dan merubah pola pikir mereka yang selama ini dianggap lemah dalam bertindak dan mengambil kebijakan. Mereka juga berharap agar ke depan anggota Pekka di Kabupaten Batu Bara, khususnya Desa Sentang bisa bersatu dalam membuat kegiatan-kegiatan untuk menumbuhkan kepemimpinan perempuan di desa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Kontributor: Aisyah, kader Pekka Kab. Batu Bara, Sumatera Utara<\/p>\n","post_title":"Tangis dan Tawa Menghiasi Penguatan Visi Pekka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tangis-dan-tawa-menghiasi-penguatan-visi-pekka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2021-10-06 03:43:42","post_modified_gmt":"2021-10-06 03:43:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"http:\/\/jwp.pekka.or.id\/home\/?p=1799","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_25"};

                                                                                                                    Page 3 of 11 1 2 3 4 11
                                                                                                                    Page 3 of 11 1 2 3 4 11