Federasi PEKKA

Desaku Selangkah Lebih Maju dengan KLIK PEKKA

Pagi itu cuaca sangat cerah, secerah ibu Serikat Pekka Pacitan  yang sedang semangat dan sangat sibuk melayani masyarakat yang hadir karena mendapat informasi dari anggota kelompok Pekka, pemerintah desa hingga RT dan RW juga melalui selebaran yang  disebar oleh ibu Pekka menggunakan  mobil keliling dan pengeras Suara, Senin, 16 September 2019. Klinik Layanan Informasi dan […]

Desaku Selangkah Lebih Maju dengan KLIK PEKKA Read More »

Bersama Pekka, Salome Samili Berjalan Sambil Membuat Jalan

Sesekali kusekat bulir-bulir air bening yang mengalir di wajahku, sambil kedua telapak tanganku sibuk membentuk adonan Salome (pentolan bakso), jajanan khas  kabupaten Bima.  Setiap hari untuk mendapatkan 1000 biji pentolan, Salome aku bisa menghabiskan waktu di depan perapian hampir 2 jam, ditambah 3 jam memasak 3000 biji salome tahu isi daging dengan menggunakan 2 dandang

Bersama Pekka, Salome Samili Berjalan Sambil Membuat Jalan Read More »

Nasib Buruh Tani

Masdalina (40), berstatus janda cerai mempunyai satu orang anak perempuan yang berusia 18 tahun. Anaknya baru saja tamat sekolah SMA tahun ini. Bertempat tinggal di Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Masdalina sehari-hari bekerja sebagai petani dan buruh tani. Sebelum masa pandemi Covid-19 Masdalina mengharapkan penghasilan sebagai buruh tani.

Nasib Buruh Tani Read More »

Menjadi Ketua BPD di Desa Sabatai Baru, Maluku Utara

Pagi itu, cahaya surya belum nampak di pelupuk mata, Alfrina Wattimena (48), perempuan asal Desa Sabatai Baru, Kec. Morotai Selatan, Kab. Pulau Morotai, Maluku Utara, bergegas menelusuri jalan setapak sejauh lima kilometer sambil membawa sayuran dan buah-buahan yang ia sanggul di atas kepalanya untuk sampai ke jalan besar, menuggu mobil yang akan membawanya ke pasar.

Menjadi Ketua BPD di Desa Sabatai Baru, Maluku Utara Read More »

Mengembangkan Panduan Perlindungan Sosial

PEKKA terus memperkuat program perlindungan sosial dengan menyiapkan materi yang dibutuhkan. Salah satunya menyusun panduan program perlindungan sosial melalui workshop dengan mengambil tema “Pengembangan Panduan dan Bahan-Bahan Perlindungan Sosial untuk Memantau Pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Sosial PEKKA-MAMPU”, bertempat di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Alta Karya PEKKA, Senin-Kamis, 10-13 April 2017. Sejumlah panduan perlindungan sosial

Mengembangkan Panduan Perlindungan Sosial Read More »

Perempuan Perlu Mengetahui Wewenang Desa

 â€śIntisari pemberdayaan masyarakat desa adalah memperkuat masyarakat desa menjadi subjek pembangunan yang merdeka dan berdaulat. Pemberdayaan masyarakat Desa dimaknai sebagai proses pemberkuasaan rakyat,” kata Kasubdit Perencanaan dan Pembangunan Partisipatif Ditjen PPMD – KemenDesa-PDTT, Bito Wikantosa dalam paparannya. Ia hadir sebagai pembicara dalam lokakarya nasional Memperkuat Modul,  Mengembangkan Instrumen Asesmen, dan Merencanakan Pengorganisasian Alumni di aula

Perempuan Perlu Mengetahui Wewenang Desa Read More »

Kawin Anak Menyengsarakan

Perkawinan anak masih tumbuh subur di masyarakat. Selain faktor kemiskinan, norma agama dan budaya turut melegitimasi tumbuhkembangnya praktik kawin anak. Upaya menghapus praktik ini dengan memberikan akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi perempuan dan anak, agar mereka tak terjebak pada jejak kemiskinan yang sama dan ikut berkontribusi dalam mengurangi indeks ketimpangan gender dan pembangunan.

Kawin Anak Menyengsarakan Read More »

Mengembangkan Modul Akademi Paradigta

Akademi Paradigta terus melakukan perbaikan pada sistem pendidikan yang sudah digagas sejak 2015. Melalui pembehanan kurikulum pendidikan, Akademi Paradigta ingin memastikan kualitas perempuan pemimpin mampu berperan aktif dalam pembangunan desa yang berdaulat dan mandiri. “Karya tulis sebagai salah satu talok ukur progres akademia dalam menyampaikan pengetahuan, ide dan harapannya. Sebaiknya dibuat sintesis dari modul yang

Mengembangkan Modul Akademi Paradigta Read More »

Membangun Semangat Anggota dan Mendata Calon Paralegal Pekka

Semenjak Pandemi Covid-19, anggota Serikat Pekka di Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat sudah tidak aktif mengadakan pertemuan kelompok. Sekian lama tak berkegiatan, kelompok Pekka “Kemantan” kembali mengadakan diskusi kelompok dihadiri oleh 13 orang anggota. Diskusi tersebut difasilitasi oleh 2 orang kader, pada Sabtu, (05/09/2020). Terlihat jelas pada raut wajah anggota yang begitu

Membangun Semangat Anggota dan Mendata Calon Paralegal Pekka Read More »